Lewat Manajemen Talenta, Ahmad Luthfi: Tak Ada Jasa Titip dalam Pengisian Jabatan
penempatan pejabat dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Tedy Himawan. /Istimewa.
JOGJA—Hingga saat ini Bea Cukai gencar menggelar operasi bernama Gempur Rokok Ilegal. Tujuannya untuk menekan angka peredaran rokok ilegal. Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Tedy Himawan menyatakan masyarakat perlu tahu bahwa dalam setiap bungkus rokok legal terdapat penerimaan negara yang digunakan untuk pembangunan. Jika ada banyak rokok ilegal, coba bayangkan berapa banyak penerimaan negara yang hilang.
Tak hanya mengganggu penerimaan negara, rokok ilegal juga menggerogoti pasar rokok legal terutama di golongan III yang dihuni oleh industri kecil menengah (IKM). “Padahal, industri yang legal sudah pasti membayar pajak dan juga cukai kepada negara. IKM juga turut berpartisipasi dalam menyerap tenaga kerja. Jadi, Gempur Rokok Ilegal sangat penting untuk dilaksanakan,” kata Tedy Himawan, melalui keterangan tertulis, Rabu (27/3).
Dijelaskan Tedy, selain menggelar operasi rokok ilegal, jajarannya secara kontinyu melaksanakan sosialisasi cukai sebagai bentuk upaya peningkatan pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat. Bea Cukai Yogyakarta pun secara kontinyu melakukan sosialiasi, baik secara tatap muka maupun melalui media online.
Dalam sosialisasi dijelaskan tentang rokok ilegal yang dapat diketahui berdasarkan ciri-cirinya. Pertama, rokok polos atau tidak dilekati pita cukai pada kemasannya. Kedua, rokok dengan pita cukai palsu. Secara kasat mata, cukai palsu sulit dikenali.
Biasanya, desain dan warna pita cukai akan memudar dan terlihat seperti kertas biasa. Ketiga, rokok dengan pita cukai bekas atau telah digunakan sebelumnya. Biasanya, pita cukai terlihat sobek, berkerut dan tidak rapi. Keempat, rokok dengan pita cukai salah peruntukan atau tidak sesuai dengan jenis rokok. Kelima, rokok dengan pita cukai salah personalisasi atau pita cukai yang tidak sesuai dengan pabrik yang memproduksi rokok.
“Melalui sosialisasi, kami berharap masyarakat menjadi tahu tentang ciri-ciri rokok ilegal dan membantu kami dalam menekan peredaran barang yang melanggar ketentuan cukai. Sosialisasi kami lakukan bersama pemerintah daerah, salah satunya bersama Satpol PP,” kata Tedy Himawan.
Dalam memberantas rokok ilegal, Bea Cukai juga membutuhkan peran aktif masyarakat. “Jika ada yang mengetahui adanya peredaran rokok ilegal, silakan segera melaporkan ke Kantor Bea Cukai terdekat. Jika lokasinya di DIY, silakan informasikan ke Bea Cukai Yogyakarta melalui nomor WhatsApp 0811-2831-051, Instagram @beacukaiyogyakarta, melalui telepon di nomor (0274) 489405 ext.111 dan email [email protected],” kata Tedy. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
penempatan pejabat dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.