Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Gereja Kristus Raja (GKR) Baciro menggelar peragaan jalan salib pada Jumat (29/3/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Gereja Kristus Raja (GKR) Baciro menggelar peragaan jalan salib pada Jumat (29/3/2024). Peragaan jalan salib tersebut merupakan bagian dari rangkaian Trihari Suci Paskah. Trihari Suci tersebut dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.
Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Baciro, Angela Yosanda Pradyasari mengatakan peragaan jalan salib setiap tahun dibawakan oleh pemuda-pemudi katolik. Tahun ini, OMK memutuskan mengangkat persoalan lingkungan hidup, termasuk di dalamnya kebiasaan membuang sampah dan perusakan alam.
Tema lingkungan hidup, kata Yosanda muncul setelah dia dan sutradara berdiskusi dengan Romo Paroki GKR Baciro, Andreas Novian Ardhi Prihatmoko. Dalam diskusi tersebut, Romo Andreas menyinggung perihal Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si. Ensiklik tersebut membicarakan Bumi sebagai rumah bersama yang harus dijaga.
"Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering tidak sadar melakukan tindakan yang merugikan lingkungan. Contoh senderhana seperti membuang sampah sembarangan," kata Yosanda dalam rilis, Jumat (29/3/2024).
Aktor yang terlibat dalam peragaan jalan salib tersebut, katanya berasal dari bermacam daerah mulai dari Sumatera sampai Papua. Tidak hanya itu, ada juga saudara/saudari lintas iman yang terlibat seperti Kristen dan Islam.
Dalam proses latihan pun para aktor termasuk sutradara dan kru diwajibkan membawa botol untuk mengisi air minum yang telah disediakan pantia. Dengan begitu tema yang diangkat bukan sekadar formalitas tetapi juga benar-benar diterapkan.
Romo Paroki GKR Baciro, Andreas Novian Ardhi Prihatmoko menjelaskan dalam Ensiklik Laudato Si tersebut, Paus Fransiskus menjelaskan tentang pertobatan ekologis. "Berlatar belakang pada konteks manusia yang semakin merasa dirinya menjadi pusat semesta, seolaholah manusia satu-satunya yang berkuasa di dunia," kata Andreas.
Baca Juga
7 April Jumat Agung, Ini Maknanya dan Intip Ucapan Presiden Jokowi
Simak Jadwal Pekan Suci 2024 Gereja Katolik di Jogja
Seperti Yesus, Jemaat Diminta Memaknai Jumat Agung dengan Tanggung Jawab
Manusia yang merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari makhluk yang lain secara tidak sadar memunculkan kesombongan. Kesombongan tersebut diiringi dengan cara manusia memperlakukan alam secara serampangan. Dari situ muncul eksploitasi yang dilakukan terus-menurus hanya untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.
Eksploitasi tersebut akan mengakibatkan alam bergejolak yang mewujud dalam peristiwa kebencanaan. Manusia pun akhirnya menerima dampaknya. Tema tersebut menurut Romo Andreas tidak akan lekang oleh zaman. Sampai kapanpun tetap relevan ketika manusia masih tidak dapat mengelola alam secara bijaksana termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan. Dia juga menyinggung tentang penutupan TPST Piyungan beberapa waktu lalu.
Ditutupnya TPST Piyungan mendorong masyarakat untuk mengelola dan mengolah sampahnya sendiri. Selain itu tentu perlu ada perubahan mengenai kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Upaya mengubah kebiasaan tersebut perlu dilakukan terus menerus dengan berbagai cara termasuk melalui sarana pementasan seperti peragaan jalan salib. "Kalau konteks besar dalam Ensiklik itu kan sebenarnya menyoroti korporasi atau perusahaan besar yang abai dalam pengelolaan alam ciptaan," katanya.
Sutradara Peragaan Jalan Salib, Vincentius Guntur Bayu Anjana Saputra mengatakan sub tema pertobatan ekologis penting untuk diangkat dalam peragaan jalan salib tahun ini karena di banyak tempat di belahan dunia manapun perusakan lingkungan masih terjadi. Perlu ada sikap untuk mengakui dan bertobat atas perilaku merusakan alam.
“Manusia kurang kesadaran untuk menjaga lingkungan. Perubahan iklim secara ekstrem akhirnya tidak terhindarkan di seluruh dunia. Harapan kami dengan tema yang kami angkat dapat membantu manusia untuk lebih sadar terhadap persoalan sampah,” kata Guntur.
Pemeran Yesus, Elshando Mahardika Pramaditra merasa senang terlibat dalam peragaan jalan salib ini. Selain itu, dia mengaku dapat ikut belajar tentang makna pasrah seperti yang dilakukan Yesus Kristus ketika tahu dirinya akan diserahkan kepada prajurit Pilatus untuk disalib. "Prosesnya menyenangkan karena memang saya juga suka terlibat dalam pementasan teater," kata
Elshando. Pemeran Rakyat, Ravieka Fathya Rimsha Azzahra mengaku ingin terlibat dalam menghayati kisah hidup dan meneladani sikap Yesus Kristus. Keteladanan tersebut dapat diikuti dan dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya Muslim. Ikut peragaan jalan salib ya ingin srawung juga lintas iman kan," kata Ravieka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.