SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Gotong Royong dan Upcycling Plastik, SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Christina Dwi Anggorowati salah satu peserta JKN asal Sewon, Kabupaten Bantul. /Istimewa.
JOGJA—Dalam mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan menerapkan prinsip gotong royong. Baik sakit maupun sehat peserta membayar iuran secara rutin setiap bulan. Iuran tersebut akan digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan peserta.
Christina Dwi Anggorowati salah satu peserta JKN asal Sewon, Kabupaten Bantul, menceritakan pendapatnya terhadap gotong royong yang diusung dalam Program JKN. Ia tak keberatan terus menerus membayar iuran walaupun sedang sehat dan tidak menggunakan kepesertaannya.
“Saya Christina, peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas tiga. Saya rutin membayar iuran setiap bulannya. Saya paham kalau orang sakit maupun tidak sakit tetap membayar iuran JKN. Bagi saya hal ini bukan suatu masalah,” kata Christina, Rabu (27/03).
Christina mengatakan, ia tak pernah berharap sakit dan belum pernah memanfaatkan kepesertaannya, sampai akhirnya suaminya terserang stroke.
“Bagi saya, prinsip saya adalah saya membayar iuran hitung-hitung saya itu nyelengi (nabung-red). Sewaktu-waktu sakit kami bisa menggunakan. Sampai akhirnya suami saya jatuh sakit, terkena serangan stroke,” kata Christina.
Christina mengatakan, suaminya keluar masuk rumah sakit hingga delapan kali sebelum akhirnya berpulang. Ia merasa iuran yang dibayarkan tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang ia dan keluarga terima.
“Saya dulu membayar iuran 25 ribu, sekarang 35 ribu to. Saya membayar iuran untuk empat orang. Mungkin kalau ditotal belum bisa untuk menutup biaya rumah sakit yang delapan kali bolak balik itu. Jadi, apa ya, saya merasa ringan saja untuk membayar iuran. Uang segitu bisa lah kami cari, wong sebulan cuma 25 ribu, tetapi manfaat yang kami terima sangat besar,” ujar Christina.
Ia bercerita, dahulu saat ada anggota keluarganya yang sakit, ia harus berpikir bagaimana untuk membiayai pengobatan tersebut. Kini sejak Program JKN berjalan, hal itu tak lagi ia rasakan.
“Dahulu kalau ada yang sakit kita pasti sudah kepikiran berapa biaya yang harus dikeluarkan. Sudah sekian hari dirawat, harus cari uang kemana. Setiap malam, setiap pergantian hari selalu ke bagian administrasi untuk menanyakan sampai hari ini sudah berapa biayanya. Kalau sekarang tidak lagi, semua sudah dijamin oleh Program JKN,” tutur Christina.
Ia bersyukur Program JKN telah hadir karena manfaatnya yang begitu besar. Tak terbayangkan baginya jika tidak ada program ini.
“Sangat membantu kami keluarga kecil. Berat sekali biaya pengobatan jika tidak ada JKN. Suami saya sakit enam tahun lamanya. Saya berterima kasih adanya Program JKN, sungguh bermanfaat,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gotong Royong dan Upcycling Plastik, SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.