Ribuan Kru Kapal Pesiar Direkrut Tiap Tahun, Jogja Jadi Pasar Utama
Jogja menjadi salah satu pasar terbesar perekrutan kru kapal pesiar bagi PT Ratu Oceania Raya setelah Bali. Perusahaan perekrutan tenaga kerja itu bahkan memper
Sigit. /Istimewa.
JOGJA—Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah banyak memberikan penjaminan kepada peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Tidak perlu was-was, peserta dapat tenang dan fokus pada pengobatannya tanpa khawatir biaya. Ini juga yang dirasakah oleh Sigit Unggul, salah satu peserta JKN asal Kota Yogyakarta.
“Saya sakit saraf terjepit. Sebetulnya sakit ini sudah sembuh, namun kemarin saya jatuh di kamar mandi. Kebetulan jatuhnya terduduk, jadi saraf terjepitnya kambuh kembali,” kata Sigit ditemui di ruang rawat inap Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Rabu (27/3/2024).
Sigit mengatakan, awalnya ia datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan mendapatkan penanganan awal. Tanpa menunggu lama, Sigit segera mendapatkan ruang rawat inap dan bisa melanjutkan pengobatannya.
“Saya menunggu mungkin sekitar satu jam di IGD lalu masuk ke kamar perawatan. Pasti kan butuh waktu ya untuk masuk ke kamar, tetapi itu tidak lama. Saya juga tidak merasakan kendala apa pun. Semua berjalan dengan lancar,” kata Sigit.
BPJS Kesehatan membuka selebar-lebarnya kanal pemberian informasi dan pengaduan. Bagi peserta yang mengakses layanan kesehatan di rumah sakit namun menemui kendala, dapat menghubungi petugas BPJS Siap Membantu atau lebih dikenal dengan petugas BPJS SATU!.
Peserta dapat menemukan poster petugas BPJS SATU! di lokasi strategis di rumah sakit seperti lobi ataupun loket pendaftaran. Dalam poster tersebut tertera nama dan nomor telepon petugas BPJS SATU! dari rumah sakit maupun dari Duta BPJS Kesehatan. Sampaikan keluhan dan kebutuhan informasi beserta datadata yang dibutuhkan, petugas akan memberikan respon dan membantu peserta mengatasi kendala yang ada.
“Kalau yang saya rasakan selama beberapa kali ke rumah sakit, pelayanannya baik. Saya berharap program ini tetap ada dan berkelanjutan. Jangan sampai bubar karena manfaatnya besar dan sangat membantu. Selain saya, ibu saya juga sering bolak-balik ke rumah sakit. Kebetulan ada riwayat jantung, sehingga membutuhkan kontrol bulanan di dokter spesialis jantung sekaligus juga saraf. Jadi bagi kami, Program JKN sangat membantu,” cerita Sigit.
Sigit juga menegaskan, ia dan keluarga mengiur setiap bulannya walaupun tidak sakit. Iuran yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan layanan kesehatan. Prinsip gotong royong inilah yang menjadi pondasi utama berjalannya Program JKN.
“Sakit ataupun tidak sakit memang harus rutin membayar iuran. Kalau kita sehat dan tidak menggunakan kepesertaan kita untuk berobat, bagi saya tidak masalah. Iuran bisa digunakan untuk orang lain,” kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja menjadi salah satu pasar terbesar perekrutan kru kapal pesiar bagi PT Ratu Oceania Raya setelah Bali. Perusahaan perekrutan tenaga kerja itu bahkan memper
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.