ASUS ExpertBook P3 G1, Laptop Bisnis Ideal Berbasis Intel Core Ultra
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional
Bedah buku berjudul Cara Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas yang digelar di Balai Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Jumat (26/4/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Cara Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas di Balai Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Jumat (26/4/2024). Selain untuk meningkatkan minat baca di masyarakat, ada harapan warga bisa mengolah sampah sehingga tidak menjadi sumber masalah.
Anggota DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan program literasi atau peningkatan minat baca di masyarakat masih harus ditingkatkan. Meski secara persentase di DIY terhitung tinggi, membaca sebagai bagian dari budaya belum bisa diwujudkan.
“Kalau dibandingkan dengan luar negeri, maka sangat jauh tertinggal. Maka perlu ada upaya peningkatan, salah satunya melalui program bedah buku,” kata Gus Im, sapaan akrabnya, di sela-sela bedah buku di Balai Kalurahan Pengkok, Jumat siang.
Menurut dia, dengan membaca akan menambah wawasan berpikir. Adapun tema yang diambil kali ini menyangkut cara mengolah sampah secara mandiri berbasis komunitas.
Ia berharap masyarakat bijak mengolah sampah dikarenakan jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber masalah. Oleh karenanya, di dalam acara bedah buku, masyarakat diberi pemahaman dan pengetahuan tetang mengolah sampah yang baik dan benar serta bisa menghasilkan sesuatu.
“Contohnya sampah bisa diolah menjadi pupuk organik. Sampah-sampah dari daur ulang juga memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Hal senada diungkapkan Pustakawan Utama, DPAD DIY, Budiyono. Menurut dia, sampah tidak hanya jadi sumber masalah, tapi juga dapat menjadi berkah.
“Tentu, ini tidak secara langsung, tapi diolah dahulu, terus nanti hasilnya dapat digunakan untuk membeli sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Ia menambahkan program bedah buku dengan tema cara pengolahan sampah hanya menjadi salah satu kegiatan yang terselanggara berkat kerja sama DPAD dengan DPRD DIY. Pasalnya, di tahun ini ada kegiatan sebanyak 176 bedah buku yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Baru terlaksana di 58 lokasi dan masih akan dilaksanakan. Yang jelas, untuk setiap lokasi dengan tema yang berbeda-beda. Tujuannya agar pengetahuannya juga semakin bertambah dan bisa mengimplementasikan dengan belajar dari buku yang dibaca,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).