BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Bedah buku bertajuk Pesantren, Kiai, dan Kitab Kuning yang digelar di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul, Jumat (26/4/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Pesantren, Kiai, dan Kitab Kuning karya Iksan K. Sahri. Agenda bedah buku digelar di Joglo Yoso, Palbapang, Bantul, Jumat (26/4/2024).
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo mengatakan bedah buku digelar untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Bumi Mataram. "Ini [bedah buku] menjadi komitmen bersama antara DPAD DIY dan DPRD DIY untuk mendorong minat masyarakat untuk membaca buku," katanya, Jumat.
Dia berharap masyarakat dapat meningkatkan pemahamannya mengenai pesantren, kiai dan kitab kuning dengan membaca buku tersebut. Menurutnya, umat muslim perlu memahami keterkaitan antara ketiganya sehingga dapat memahami dinamika pesantren salaf.
Sementara, Anggota DPRD DIY, Umaruddin Masdar menyampaikan kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan minat baca dalam masyarakat. Menurut dia, buku yang dibahas dalam bedah buku tersebut sangat menarik.
"Ini semacam disertasi yang sangat berbobot. Saya harap dapat bermanfaat bagi pembaca," katanya.
Dia menuturkan, tema yang diangkat dalam bedah buku tersebut mengenai keterkaitan antara pesantren, kiai dan kitab kuning. Dia menilai ketiganya memiliki keterkaitan satu sama lain. Menurutnya, kiai sangat berperan menentukan arah pesantren, sementara kitab kuning berperan sebagai ajaran yang dapat dipegang kiai dalam menentukan arah pesantren.
Pesantren, kiai dan kitab kuning merupakan tradisi santri Nahdlatul Ulama. Menurutnya, dengan memahami kitab kuning, umat muslim diharapkan mampu memandang suatu hal dari berbagai perspektif. Dia berharap bedah buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Buku berjudul Pesantren, Kiai, dan Kitab Kuning ini berisi mengenai problem kelembagaan pendidikan pesantren, kontestasi Islam tradisional dan pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia, serta karakteristik pesantren-pesantren salafiyah,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.