Kasus Suap Rejang Lebong Merembet ke Bengkulu, KPK Sita Rp4 Miliar
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 1.253 jemaah calon haji yang berasal dari Kabupaten Sleman segera diberangkatkan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogja bersama Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar kegiatan pamitan Haji Tahun 2024 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (17/5/2024).
"Pada tahun ini sebanyak 1.253 jemaah Sleman akan melakukan ibadah haji setelah antre kurang lebih selama 12 tahun," kata Kepala Kantor Kemenag Sleman Sidik Pramono pada kegiatan pamitan Calon Haji Sleman Tahun 2024, Jumat.
Menurut dia, jemaah tahun ini sudah mulai mendaftar pada 2011, 2012 dan 2013. "Jemaah dari Kabupaten Sleman ini akan diberangkatkan dalam enam kloter," katanya.
Ia mengatakan, keenam kloter jemaah Sleman yaitu kloter 48 dengan jumlah jemaah sebanyak 353 orang dan tujuh orang petugas haji, dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan pada 24 Mei 2024.
Kemudian, kloter 50 dengan jumlah jemaah sama dengan kloter sebelumnya yaitu 353 orang dan tujuh orang petugas haji, dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 25 Mei 2024. Di tanggal yang sama juga jemaah kloter 53 dengan jumlah 354 orang dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan.
BACA JUGA: Pemkot Jogja dan Pemkab Bantul Kerja Sama Pengolahan Sampah di Bawuran
"Sebagian jemaah Sleman masuk ke dalam kloter 54 yang berjumlah 112 orang bergabung dengan jemaah dari kabupaten lainnya, dan dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 26 Mei 2024," katanya.
Begitu juga untuk jemaah Sleman di kloter 81 dengan jumlah 41 orang, bergabung dengan jemaah asal Kota Jogja dan dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 2 Juni 2024.
"Terakhir, sebagian jemaah Sleman masuk dalam kloter 100 bergabung dengan calon jamaah haji asal Kulon Progo yang dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 9 Juni 2024," katanya.
Sidik mengatakan pada 2024 ini, jemaah tertua di wilayah DIY berasal dari Sleman yaitu Umirah Sutorejo yang berusia 95 tahun, warga Dusun Krajan, Wedomartani Ngemplak.
"Sementara untuk jemaah termuda se-DIY juga berasal dari Sleman yaitu, Aledewa Raja yang berusia 18 tahun warga Kapanewon [Kecamatan] Ngaglik," katanya.
Kegiatan pamitan jemaah tahun 2024 ini dihadiri oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajarannya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut keberangkatan jemaah asal Sleman ini merupakan awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan niat mengharap ridho Allah SWT semata.
"Diharapkan agar jemaah asal Sleman dapat memanfaatkan kesempatan berhaji dengan niat hanya untuk beribadah kepada Allah SWT," katanya.
Kustini juga berpesan untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dalam menjalankan aktifitas ibadah haji serta, tetap menjaga nama baik Indonesia dan Sleman.
"Bapak, ibu juga merupakan duta bangsa Indonesia dan wakil dari Kabupaten Sleman. Jagalah nama baik Indonesia dan Sleman. Patuhi jadwal, aturan serta petunjuk yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi," katanya.
Kustini juga meminta jemaah Sleman untuk mendoakan warga Sleman agar kemakmuran dan ketentraman semakin meningkat, sehingga terwujud masyarakat Sleman yang sejahtera lahir dan batin.
"Kami doakan agar jemaah senantiasa diberi kesehatan dan kelapangan waktu sehingga mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah serta rukun haji dengan baik dan lancar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.