Bank Jateng Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui SIPD
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Suasana bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak yang diselenggarakan DPAD DIY di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Rabu (22/5/2024).Triyo Handoko/Harian Jogja
KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY kembali menggelar bedah buku di Bumi Binangun. Kali ini, buka yang didiskusikan berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak dan dibedah bersama masyarakat di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah.
Gelaran bedah buku ini untuk meningkatkan literasi masyarakat ini juga bertujuan untuk memotivasi generasi muda untuk menjadi pengusaha.
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, menjelaskan gelaran ini merupakan bentuk komitmen jajarannya untuk mempertahankan peringkat atas tingkat literasi DIY di kancah nasional. Tak hanya mempertahankan tingkat literasi, gelaran itu juga untuk meningkatkan literasi, terutama bagi kelompok masyarakat yang kekurangan akses terhadap literatur.
Wahyudi menjelaskan, upaya meningkatkan literasi itu dikerjakannya dengan datang langsung ke masyarakat yang tergolong berada di pinggiran DIY, seperti di Kapanewon Lendah, Kulonprogo. Upaya untuk hadir di tengah masyarakat guna meningkatkan literasi dengan kegiatan bedah buku ini, menurut Wahyudi, dilaksanakan di ratusan titik di DIY. "Tema buku yang dibedah juga beragam, semuanya untuk memantik minat baca masyarakat agar terus meningkat," katanya.
Bedah buku Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak, bertujuan agar ada regenerasi pengusaha dari kalangan muda. Bedah buku juga dihadiri penulis dan praktisi di bidang serupa agar diskusi yang berlangsung berjalan menarik.
Menurut Wahyudi, berbagai fasilitas literasi juga terus ditingkatkan Pemda DIY. "Terutama di Perpustakaan Grhatama Pustaka ada ratusan ribu koleksi buku, banyak sarana pendukung literasi, ada diorama, mini bioskop dan lainnya. Semuanya harus dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Anggota Komisi B DPRD DIY, Muh. Ajrudin Akbar, yang menjadi salah satu narasumber mengapresiasi upaya peningkatan literasi oleh DPAD DIY. Menurutnya, melalui literasi berbagai tantangan dan peluang dapat dikelola dengan baik, terutama sektor ekonomi dalam meregenerasi pengusaha.
Anggota Dewan yang membidangi masalah perekonomian ini menerangkan regenerasi pengusaha mesti terus ditingkatkan. "Peningkatkan ini mesti diimbangi dengan memberikan pemahaman yang baik terhadap dunia entrepreneur agar generasi muda dapat terus berkembang mengikuti perubahan yang ada," katanya.
Kolaborasi positif DPRD dan DPAD DIY dalam peningkatan literasi dan upaya melahirkan pengusaha muda ini perlu terus dilanjutkan. "Ini kegiatan baik dan berdampak positif pada multi sektor, mesti terus ditingkatkan dan didukung bersama," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.