Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda menilai bursa calon bupati di Pilkada Sleman mengerucut ke empat nama. Dia pun bangga karena keempat nama tersebut semuanya mendaftar penjaringan di partai yang ia naungi.
Nama-nama yang berpeluang besar maju sebagai calon bupati adalah pasangan petahana, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Selain itu, ada mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya dan Anggota DPR RI, Sukamto.
“Sudah mengerucut dan calon bupatinya tidak jauh dari nama-nama keempat orang tersebut. Semuanya juga sudah ikut penjaringan di PDI Perjuangan,” kata Gustan kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).
Menurut dia, keempat orang ini menduduki posisi teratas secara elektoral. Sebagaimana diketahui bersama pasangan petahana Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa merupaka pemenang pilkada 2020.
Adapun mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya juga memiliki banyak pendukung. Hal ini terlihat pada saat perpisahan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diantar oleh ribuan pendukungnya.
“Untuk Pak Kamto juga sudah teruji. Di Pileg 2019, bisa membalikkan keadaan untuk menjadi anggota DPR RI. Sedangkan sebelumnya, ia juga bisa menjadi anggota DPRD Provinsi dengan jumlah dukungan bisa mendapatkan kursi secara sendirian,” katanya.
Meski keempat nama sudah mendaftar penjaringan di PDI Perjuangan, Gustan mengakui untuk rekomendasi siapa yang diusung masih menunggu keputusan dari DPP. “Penjaringan masih dibuka dan rencananya 31 Mei hasilnya akan kami serahkan ke DPP,” katanya.
Dia menambahkan peta bupati sudah mengerucut sehingga tinggal mencari pasangan bakal calon wakil bupatinya. Gustan tidak menampik sudah ada beberapa nama yang mencuat seperti Ketua DPRD Sleman sekaligus kader PDI Perjuangan Haris Sugiyarta hingga yang lainnya.
BACA JUGA: Mulai 1 Juni, KA Banyubiru Relasi Semarang-Solo Berhenti di Stasiun Telawa Boyolali
“Memang bursa cawabup mencuat belakangan karena para bakal calon menunggu dan membaca peta politik yang berkembang. Di kami, yang berminat menjadi cawabup juga mendaftar di akhir-akhir penjaringan,” katanya.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan, untuk penjaringan di partainya sudah selesai dan tinggal menunggu rekomendasi dari DPP. Adapun saat ini difokuskan mencari mitra koalisasi dikarenakan Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri.
“Kami hanya punya enam kursi di DPRD Sleman, sedangkan untuk bisa maju minimal butuh sepuluh kursi DPRD. Makanya, kami harus koalisi dengan partai lain,” katanya.
Hingga sekarang ia mengaku sudah menjali komunikasi dengan sejumlah partai mulai dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, PPP hingga Nasdem. “Kami masih berusaha membangun komunikasi dengan partai lain untuk mengusung calon secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.