30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja memprediksi kondisi cuaca di DIY pada Kamis (30/5/2024) sebagian besar berawan dan cerah berawan.
Dari laporan prakiraan cuaca BMKG untuk kota Jogja pada Kamis pagi cerah berawan, sementara siangnya berawan dan malam harinya berawan tebal.
Adapun wilayah lainnya sebagian besar berawan pada pagi hari di Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkiduk, kecuali Sleman cerah berawan. Siangnay Bantul dan Sleman berawan. Kulonprogo dan Gunungkidul cerah berawan
Adapun suhu rata-rata udara di Jogja berkisar antara 22 hingga 32 derajat celcius sementara tingkat kelembaban udara berkisar 60-95 hingga 70-95.
BACA JUGA: Waspada! Puncak Kemarau di Indonesia Diprediksi pada Juli dan Agustus
Berikut ini prakiraan cuaca DIY pada Selasa 28 Mei 2024 ini dikutip dari laman bmkg.go.id:
Pagi: berawan
Siang: berawan
Malam: berawan
Pagi: cerah berawan
Siang: berawan
Malam: berawan tebal
Pagi: berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Pagi: berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Pagi: cerah berawan
Siang: berawan
Malam: berawan tebal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.