Atasi Kekeringan, Yuliana Tumonglo Minta Pemkab Perbanyak Embung
Anggota Komisi C DPRD Bantul Yuliana Tumonglo meminta Pemkab memperbanyak embung dan memperluas jaringan PDAM untuk mengatasi kekeringan.
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi (memegang mikrofon), saat menyampaikan paparan pada kegiatan bedah buku di Gor RK Mendungan, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/6/2024). Alfi Annissa Karin/Harian Jogja
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku di Gor RK Mendungan, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/6/2024). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama DPAD DIY dengan DPRD DIY.
Tujuannya, untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Jogja. Buku yang dibedah dan menjadi pembahasan kali ini berjudul Aneka Inspirasi Memulai Bisnis Sampingan bagi Karyawan. Melalui buku ini, masyarakat diajak memahami berbagai peluang usaha sampingan yang bisa dimanfaatkan. Lewat buku ini juga, masyarakat diberi pengetahuan terkait dengan manajemen keuangan bisnis yang baik.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Purwanto, menyebut kegiatan ini penting untuk dilaksanakan. Terlebih, tema yang diangkat cocok dengan peserta bedah buku. Sebab, kebanyakan merupakan ibu rumah tangga yang diharapkan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Purwanto mengatakan dengan membaca buku ini setidaknya warga bisa mendapatkan ilmu terkait dengan bisnis. "Pertama, untuk memberi kesadaran masyarakat dalam rangka gemar membaca buku. Setelah membaca buku, apa yang ada di dalam buku itu harapannya bisa dilaksanakan," ujar Purwanto saat ditemui di Balai RK Mendungan, Rabu.
Dia berharap, ilmu yang ada di dalam buku itu tak sekadar dibaca, namun dipraktikkan dan ditindaklanjuti. Setelah ini, dia mendorong warga Mendungan untuk membentuk kelompok. Dia juga berkomitmen akan memberikan fasilitas permodalan dan pelatihan. Lebih jauh, dia juga akan memberi fasilitas sertifikat halal bagi warga yang berminat untuk membuka usaha di bidang kuliner.
"Setelah ilmunya berkembang ke depan, tentunya ada tindakan lebih lanjut. Harapan kami warga bisa membentuk kelompok, sehingga nanti organisasi perangkat daerah [OPD] terkait bisa membantu," katanya.
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, menyebut kegiatan bedah buku ini dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan DIY sebagai provinsi dengan predikat gemar membaca tertinggi se-Indonesia yang sudah didapatkan dua tahun berturut-turut. "Jadi tidak hanya ethok-ethok [pura-pura] membaca, tetapi benar-benar minat bacanya tinggi, maka kami selenggarakan bedah buku," tutur Wahyudi.
Dia berharap tema yang diangkat bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat terkait dengan peluang usaha sampingan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan bisa mengatur keuangan dengan lebih baik. "Bedah buku kali ini berbicara tentang bisnis, harapannya semangat warga lebih baik, kemudian bisa termanajemen dengan baik supaya usaha bisa mengikuti selera pasar," katanya.
Wahyudi juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Grhatama Pustaka yang memiliki beragam fasilitas dan bisa dinikmati secara gratis. "Silakan datang. Lokasinya di dekat JEC," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota Komisi C DPRD Bantul Yuliana Tumonglo meminta Pemkab memperbanyak embung dan memperluas jaringan PDAM untuk mengatasi kekeringan.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik tujuh peringkat ke posisi 16 setelah meraih emas pertama dari bulu tangkis beregu putra.
Portugal menang 1-0 atas Wales di UEFA Nations League. Gol tunggal Joao Felix, sementara gol Cristiano Ronaldo dianulir VAR karena offside.
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Simak kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi skor.
Prakiraan cuaca BMKG DIY Jumat 25 September 2026: Kota Jogja diprediksi cerah dengan suhu maksimum mencapai 34 derajat Celsius.
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu