Malas Bersih-Bersih? Coba 7 Trik Rumah Tetap Rapi Ini
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan pernyataan terkait dengan peristiwa bus terguling di Bukit Bego Bantul, di RSUD Panembahan Senopati, Kamis (8/2/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul yang sempat kosong beberapa waktu lalu, akhirnya terisi.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih resmi melantik Saryadi sebagai Kepala Dinas Pariwisata Bantul dan Yanatun Yunadiana menjadi Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Jumat (7/6/2024) siang.
Sebelum dilantik menjadi Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi menjabat sebagai Sekretaris Dinas Sosial. Sementara Yanatun Yunadiana yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Bantul sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadan Barang dan Jasa Pemkab Bantul.
BACA JUGA: BPBD Bantul Mulai Mengantisipasi Potensi Kekeringan
Saryadi terpilih sebagai Kepala Dinas Pariwisata Bantul dinilai memiliki kemampuan lebih daripada I Nyoman Gunarsa dan Guppianto Susilo. Sementara Yanatun Yunadiana yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Bantul unggul dari Budi Sardjono dan Yohanes Ariyanto.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Bantul mengatakan, sebelum melakukan pelantikan pada Jumat (7/6/2024) siang, sejumlah proses pengisian jabatan untuk dua posisi kepala dinas telah dilakukan. Mulai dari pembukaan seleksi sampai didapatkan hasil seleksi.
"Hasilnya mendapatkan rekomendasi dari KASN tanggal 7 April 2024. Selain itu ada rekomendasi dari Kemendagri tertanggal 17 Mei 2024, dan rekomendasi dari Gubernur DIYtanggal 27 Mei 2024 tentang persetujuan pelantikan dan pengisian pimpinan pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten Bantul," katanya.
BACA JUGA: Pengairan Sawah di Tepi Sungai Progo, Pemkab Bantul Siapkan 18 Titik Sumur
Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan jika dinas kebudayaan dan dinas pariwisata dalam perencanaan pembangunan Bantul adalah dinas yang strategis. Karena Kabupaten Bantul memiliki posisi strategi dalam pengembangan kebudayaan di DIY, dan punya posisi strategis dalam pengembangan pariwisata DIY.
"Pariwisata berbasis budaya ini yang selalu ditekankan Gubernur DIY. Karenanya Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan harus bisa saling bersinergi untuk berbagi," katanya.
Sehingga pariwisata yang berbasis kebudayaan inilah yang telah dinyatakan sebagai pola pengembangan kepariwisataan di DIY.
"Saudara-saudara harus pahami hal ini. Lakukan langkah-langkah kepemimpinan di dinas saudara-saudara ini. Agar terjadi gerak langkah yang sama. Apalagi pariwisata ini yang mengampu pengembangan ekonomi di sektor pariwisata," lanjut Halim.
Ke depan, Halim berharap agar pariwisata di Bantul harus terus dikembangkan. Begitu juga dengan kebudayaan bukan sekadar seni pertunjukan, tapi menyangkut aspek kehidupan warga Bantul. "Termasuk cara hidup yang unik dan bisa dilihat dari segi kepariwisataan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun