Bank Jateng Syariah dan Ash Shodiqiyah Jalin Kerja Sama Digitalisasi
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Bedah Buku berjudul Perubahan di Ujung Jari: Antara Kilauan dan Kekhawatiran Anak-anak di Era Digital yang digelar DPAD DIY di Embung Blubuk, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Senin (10/6/2024). Harian Jogja/Triyo Handoko
KULONPROGO–Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar Bedah Buku di Bumi Binangun. Kali ini program pendidikan literasi untuk masyarakat ini digelar di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Senin (10/6/2024).
Buku yang didiskusikan bersama DPRD DIY berjudul Perubahan di Ujung Jari: Antara Kilauan dan Kekhawatiran Anak-anak di Era Digital. Kegiatan yang diselengarakan di Embung Blubuk, Kalurahan Sendangsari, Mengundang 150 warga sekitar. Mereka sangat antusias mendengarkan pemaparan diskusi itu.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Muh. Rosyid Budiman, menjelaskan informasi yang disebar dengan lebih mudah di era digital berdampak langsung ke tumbuh kembang anak. Anak yang tumbuh di era digital, menurut Rosyid, dapat terbiasa dengan literasi.
BACA JUGA: PENDIDIKAN LITERASI Bedah Buku DPAD DIY Telah Menyasar Ribuan Warga di DIY
“Tetapi juga bisa berdampak buruk jika tidak diawasi dengan baik, bukan malah meningkatkan literasi tetapi bisa kecanduan game, terpapar konten negatif seperti pornografi, atau lainnya. Sehingga mesti diimbangi dengan baik agar hal buruk dapat dicegah,” katanya.
Agar anak di era digital ini dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi yang ada, maka orang tua mesti mengenali dampak-dampak yang ada. “Pengenalan teknologi digital untuk orang tua mesti ditingkatkan agar anak-anak dapat dilindungi dari dampak buruk yang ada,” ujarnya.
Orang tua mesti meningkatkan literasi agar memahami seluk-beluk dunia digital supaya dapat mengimbangi kemampuan anak. “Tanpa literasi yang memadai, bagaimana orang tua akan mendampingi anaknya? Untuk itu, lewat bedah buku ini kami sampaikan persoalan itu,” tuturnya.
Literasi menjadi kunci utama mengikuti perkembangan zaman yang ada, sehingga DPAD DIY terus memfasilitasi ke masyarakat. “Fasilitas literasi kami sangat lengkap, terutama di Perpustakaan Grhatama, silakan dikunjungi dan mari tingkatkan literasi bersama,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi kinerja DPAD DIY. “Peningkatan literasi dengan datang langsung ke tengah masyarakat sangat efektif, kegiatan ini harus terus berlanjut,” ujarnya.
Ika yang juga penulis kedua buku yang dibedah itu menyebut perkembangan teknologi digital sangat mengubah beragam aspek kehidupan, terutama pengasuhan anak. “Anak sekarang kalau tidak pegang handphone nangis, ini perlu disikapi dengan cara baru yang bisa dimulai melalui cara pandang yang juga baru,” katanya.
Peningkatan kapasitas pengasuhan di era digital, menurut Ika, menjadi tantangan bersama. “Dalam sektor literasi, DPAD DIY sudah ambil peran, lembaga lain juga harus begitu juga, terutama masyarakat yang memegang peran kunci, semoga dengan literasi yang tepat, maka dapat mendukung perkembangan anak,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.