8 Hari Ajang Sepeda Dunia Berpusat di Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY Dewi Ambarwati saat menyampaikan paparan dalam bedah buku berjudul Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas di Pendapa Migunani, Kalurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Jumat (14/6/2024). Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar kegiatan bedah buku di Pendapa Migunani, Kalurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Jumat (14/6/2024). Kegiatan kali ini mengangkat buku berjudul Cerdas Mengelola Sampah Mandiri Bersama Komunitas.
Selain fokus pada kegiatan bedah buku, gelaran ini juga menjadi wadah diskusi antara pemateri dengan warga, utamanya berkaitan dengan pengelolaan sampah. Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menjelaskan buku bertema pengelolaan sampah sangat pas untuk dikupas. Sebab, sampah hingga saat ini masih jadi persoalan yang pelik di Kota Jogja. Melalui bedah buku ini, masyarakat diajak untuk ikut mengolah sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Menurutnya,
kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah masih perlu ditingkatkan. “Pengelolaan sampah mandiri itu sangat mudah dilakukan dari rumah. Insyaallah terus kami sosialisasikan, kami optimistis persoalan sampah yang terjadi di Jogja segera selesai,” ujar Syafi’i di Pendapa Migunani, Jumat.
Dijelaskan Syafi’i, kegiatan bedah buku dengan mengusung tema pengelolaan sampah ini juga menjadi upaya simultan. Di satu sisi, DPAD DIY bisa menjalankan ketugasannya untuk meningkatkan minat dan budaya membaca di tengah masyarakat. Di sisi lain, buku dan juga pemateri yang hadir bisa menyampaikan edukasi kepada masyarakat soal sampah. “Harapannya dua tujuan ini bisa tercapai. Namun, upaya tidak boleh berhenti di sini, harus ada tindak lanjutnya,” katanya.
Kepala Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY, Dewi Ambarwati mengapresiasi warga Umbulharjo yang turut mengikuti kegiatan ini. Ambar mengatakan jajarannya menyiapkan lebih dari 200 kegiatan bedah buku yang digelar merata di seluruh DIY. Bedah buku di Pendapa Migunani menjadi kegiatan bedah buku ke-17 kalinya yang dilaksanakan di Kota Jogja. Lewat kegiatan ini, Ambar ingin mendekatkan buku kepada masyarakat.
Buku diharapkan bisa menjadi sumber informasi akurat yang bisa dipilih oleh masyarakat. “Ketika dapat informasi harus akurat, tidak boleh katanya. Tugas kami untuk mendekatkan informasi kepada masyarakat,” kata Ambar.
Selain meningkatkan budaya membaca, bedah buku juga menjadi cara untuk mempertahankan predikat DIY khususnya Kota Jogja sebagai daerah dengan tingkat membaca tertinggi se-Indonesia sejak 2020. Ambar juga mempersilakan masyarakat untuk bisa memanfaatkan perpustakaan milik DPAD DIY yakni Grhatama Pustaka di Jalan Raya Janti, Wonocatur, Banguntapan, Bantul.
Di sana, masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada. “Kami sangat mengharap masyarakat bisa berkunjung ke perpustakaan kami, gratis. Ini adalah fasilitas dari Pemda DIY, harus dimanfaatkan. Salah satunya untuk membangun peradaban dengan meningkatkan budaya literasi,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.