PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Suasana event musik yang menghadirkan band berbagai genre bertajuk Jogetin Fest 2024 di Stadion Kridosono, Sabtu (22/6/2024) malam.
Harianjogja.com, JOGJA—Event musik yang menghadirkan band berbagai genre bertajuk Jogetin Fest 2024 sukses mengguncang penonton yang hadir di Stadion Kridosono, Sabtu (22/6/2024) malam. Acara yang berlangsung sejak sore sampai menjelang tengah malam itu dimeriahkan oleh band skala lokal dan nasional tanah air.
Konser dibuka dengan penampilan Ravrilsyach yang membawakan sederet lagu di antaranya Celengan Rindu dan Runtuh. Selanjutnya band punk lokal Starrcy tampil membawakan nomor-nomor beken mereka salah satunya single pertamanya berjudul Merona, yang baru dirilis di berbagai platform digital awal Juni lalu.
Menjelang magrib band Rock Alternatif asal Jakarta Morfem mulai memanaskan suasana di Stadion Kridosono. Diawali dengan lagu Jungkir Balik dari album Dramaturgi Underground, vokal Jimi yang membawakan lagu bertempo cepat ini mulai membuat area depan panggung diramaikan penonton.
Tak ingin membuat penonton berhenti bergoyang, Mr Jono & Joni yang jadi penampil berikutnya sukses membuat pengunjung larut dalam suasana DJ remix dangdut. Lagu-lagu berjudul Jauh Kau Pergi dan Emang Dasar yang dipopulerkan band Wali dimainkan pada kesempatan itu.
Selepas magrib, band legend asal Jogja Shaggydog kembali membuat pengunjung tak berhenti untuk larut dalam suasana bergoyang. Kere Hore, Hei Cantik, Jalan-jalan, Di Sayidan dan Ambilkan Gelas adalah sederet lagu yang dimainkan band itu selama kurang lebih satu jam.
Suasana malam semakin lengkap bagi pengunjung Jogetin Fest setelah band lain secara bergiliran tampil mulai dari Endank Soekamti, FSTVLST, Maliq & D’essentials dengan genre jazznya, Valent Fun The Bossfreenn serta band yang sedang naik daun di kalangan anak muda yaitu Gildcoustic yang di dalamnya berisi Indra Setiawan dan Sufyan Baihaqi dengan vokalis Gilga Sahid.
April Viola, salah seorang penonton asal Sleman mengaku sangat terhibur dengan acara ini. Menurutnya sangat jarang ada event konser yang menggabungkan berbagai band dan penampil dari berbagai macam jenis musik. "Baru pertama rasanya ada di Jogja event seperti ini, unik dan sangat menghibur," jelasnya.
Sementara Dandi Nur pengunjung asal Solo menyebut dirinya sengaja datang ke Jogetin Fest 2024 hanya untuk melihat penampilan Shaggydog. Para Doggies dan Honnies, sebutan fans Shaggydog disebutnya memang hadir untuk melihat penampilan band kesayangan mereka yang pada awal Juni lalu tepat berusia 27 tahun.
"Lebih spesial saja rasanya dirayakan dengan datang ke konser ini. Pecah dan asyik eventnya," pungkas Dandi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli