Paspor Edisi Trump Laris Manis, AS Tambah Kuota 250.000
Paspor wajah Donald Trump laris manis! AS tambah 250.000 Patriot Passport di 28 kota mulai 8 Agustus. Cek cara dan lokasi pengajuannya.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Kabar perpisahan antara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo pada Pilkada 2024, mendapatkan respons dari Paguyuban Dukuh (Pandu) dan Paguyuban Lurah Kabupaten Bantul "Abiyasa".
Pandu dan Abiyasa mengingatkan kepada para anggotanya untuk netral pada Pilkada Bantul, 27 November 2024. Mereka diminta untuk tidak terlibat dalam kampanye maupun mendukung salah satu pasangan calon yang maju dalam Pilkada mendatang.
Ketua Pandu Bantul, Sulistya Admojo mengungkapkan, sejatinya para anggotanya masih berkeinginan agar duet Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo tetap terjadi pada Pilkada 2024. Hanya saja, dalam perkembangannya, ada kabar jika keduanya dipastikan pisah pada Pilkada mendatang. Oleh karena itu, Sulis telah meminta kepada para anggotanya untuk netral pada Pilkada mendatang.
"Pada prinsipnya, kami ingin situasi kondusif tetap terjaga. Dan, kami berharap teman-teman partai untuk tidak menarik ulur teman-teman dukuh. Agar teman-teman dukuh tetap berada di jalur netral dan mengoptimalkan tugasnya," kata Sulis ditemui di sela-sela pengukuhan tambahan jabatan lurah di Pendopo Parasamya, Bantul, Rabu (26/6/2024).
Untuk mencegah terjadinya oknum dukuh yang tidak netral di Pilkada mendatang, Sulis menambahkan, pihaknya akan mendorong kepada anggotanya untuk menjadi KPPS pada Pilkada, 27 November mendatang.
BACA JUGA: PPATK Ungkap Ribuan Anggota DPR dan DPRD Main Judi Online
"Kami dorong mereka jadi KPPS [Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara]. Jangan bermain ke komunitas ini, ke komunitas itu. Kalau mau bermain, kami minta monggo lepas jabatan dulu baru bermain silakan," kata Sulis.
Sementara Ketua Paguyuban Lurah Kabupaten Bantul Abiyasa Yudi Fahrudin mengatakan, jika para anggotanya telah diminta untuk netral pada Pilkada mendatang.
"Terkait dengan kemungkinan bapak bupati dan wakil bupati ini pecah kongsi, kami tetap di posisi yang netral. Masyarakat biar memilih sesuai dengan keinginannya. Dan, kami berharap dalam menyelesaikan jabatannya ini pak bupati dan wakil bupati tetap kompak," kata Yudi yang juga lurah Sumberagung, Jetis ini.
Lebih lanjut, Yudi mengungkapkan, netralnya para lurah ini dalam hal tidak ikut dalam kampanye. Selain itu, anggota Abiyasa juga diminta untuk tidak condong ke salah satu pasangan calon pada Pilkada mendatang.
"Jangan posisikan sebagai orang yang mengampanyekan salah satu paslon. Sebaiknya, lurah itu momong rakyatnya saja," ucap Yudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Paspor wajah Donald Trump laris manis! AS tambah 250.000 Patriot Passport di 28 kota mulai 8 Agustus. Cek cara dan lokasi pengajuannya.
Perkembangan chipset dan AI membuat HP murah kini mampu menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di smartphone flagship. Simak alasan perbedaannya semakin ti
Estonia dinobatkan sebagai negara terbersih di dunia versi Environmental Performance Index 2024. Simak daftar 10 besar dan posisi Indonesia dalam peringkat glob
Pendidikan karakter dinilai menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi dan budaya yang berlangsung cepat.
Qualcomm akui pangsa modem di iPhone 18 Pro turun drastis, isyaratkan Apple C2 makin dominan. Simak analisis dampaknya.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir