Dampak Kemarau, Dompet Dhuafa Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Proses klarifikasi terkait dengan berita viral di media sosial yang dilakukan oleh pihak ITNY. Foto diambil 24 Juni 2024./Istimewa
SLEMAN—Kampus Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) melakukan klarifikasi terkait dengan tuduhan miring yang viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, pelaku, dalam hal ini bernama Fransisko Loi pun dipastikan telah mengakui kesalahan dan meminta maaf atas unggahan yang ia buat.
Rektor ITNY, Setyo Pambudi mengatakan, belum lama kampusnya mendapatkan tuduhan miring di media sosial. Unggahan yang dibuat Fransisko Loi masuk pencemaran nama baik kampus.
Meski demikian, setelah melalui proses kajian internal dengan melibatkan praktisi hukum, kasus ini disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. “Kalau dari delik jelas kena karena bisa kena Undang-Undang ITE. Tapi, kami tidak mengambil tindakan tersebut,” kata Setyo saat ditemui wartawan, Kamis (27/6/2024).
Dia menjelaskan alasan tidak melanjutkan ke kasus hukum karena kampus sebagai pihak akademisi lebih memilih melakukan pembinaan. “ITNY memiliki latar belakang pendidikan, jadi tidak gegabah mengambil langkah hukum. Pelaku juga sudah membuat surat pernyataan apa yang diunggah di media sosial tidak benar sehingga kasus dianggap selesai,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Humas ITNY, Ridayati. Menurut dia, dengan surat dan video pernyataan dari pelaku bahwa apa yang diunggah merupakan ketidakbenaran, maka tidak akan memerpanjang masalah ini. “Yang bersangkutan juga akan menggungah video klarifikasi di akun media sosial yang dimiliki,” katanya.
Dia menjelaskan, permasalahan ijazah milik Fransisko Loi tidak ada sangkut pautnya dengan ITNY dikarenakan yang bersangkutan bukan merupakan alumni. Permasalahan muncul saat ada masalah dengan Rokap yang merupakan alumni ITNY.
Pada awalnya, keduanya sempat tinggal bersama dalam satu kos. Dikarenakan adanya masalah, Loi meninggalkan kos, tapi ijazahnya masih tertinggal. “Dia [Loi] ingin mengambil ijazahnya kembali. Tetapi, bersangkutan ikut membawa ITNY karena berkirim pesan di akun resmi milik kampus,” katanya.
Dikarenakan hal ini, lanut Rida, pihak kampus berusaha memediasi agar permasalahan bisa diselesaikan. Namun permasalahan melebar kemana-mana hingga munculnya isu miring berkaitan dengan nama baik ITNY. “Yang kami menahan ijazah hingga memukuli yang bersangkutan,” katanya.
Ia memastikan hal tersebut tidak benar karena ijazah milik besangkutan masih berada di tempat Rokap. Adapun kasus pemukulan berdasarkan hasil klarifikasi di 24 Juni 2024, foto tersebut merupakan foto lama saat kecelakaan lalu lintas.
“Tidak ada pemukulan atau apa pun. Nanti video klarifikasi akan diunggah di akun milik bersangkutan. Yang jelas, kami sebenarnya berniat membantu tapi malah ikut terseret dalam masalah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Sutradara Louis Leterrier pastikan Fast & Furious 11 tetap jalan. Penundaan syuting bukan masalah kreatif, tapi penyesuaian anggaran. Film penutup saga utama ma
DPRD DIY menindaklanjuti kerusakan talud Sungai Opak di Pagergunung, Piyungan, Bantul. BBWSSO siap membantu bronjong dan alat berat untuk mencegah abrasi meluas
Sophia Laforteza mengumumkan hiatus sementara dari KATSEYE demi fokus pada kesehatan mental. HYBE menyebut kondisi sang idol akan dievaluasi kembali.
Sharp Aquos Wish6 resmi diperkenalkan, HP entry-level dengan AI pendeteksi panggilan penipuan, layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, kamera 50 MP. Rilis September 20
Media Vietnam Soha menyebut Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 dengan cara mengecewakan setelah gagal mengalahkan Singapura dan finis di posisi ket