PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Suasana bedah buku dengan judul "Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Degenaratif," di Joglo Robani, Banguntapan, Bantul, Kamis (4/7/2024) siang/ Harian Jogja-Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Degeneratif, di Joglo Robani, Banguntapan, Bantul, pada Kamis (4/7/2024) siang.
Bedah buku yang melibatkan warga sekitar tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kegemaran masyarakat membaca, tetapi juga mengajak warga memahami penyakit degeneratif dan bagaimana cara mencegahnya.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin, mengungkapkan selain untuk meningkatkan minat membaca di tingkat masyarakat, kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk membuka wawasan terkait dengan penyakit degeneratif. Sebab, diakui Amir, sekarang ini banyak penyakit degeneratif yang menimpa generasi muda. Ada yang terkena penyakit degeneratif karena keturunan, maupun pola hidup.
"Untuk itu kami hadirkan ahlinya dan juga penulis bukunya, ada dr. Kusbaryanto. Ada juga dr. Muklis NP. Agar, masyarakat bisa lebih memahami terkait dengan penyakit degeneratif," katanya, Kamis.
Menurut Amir, saat ini ada banyak generasi muda yang terkena penyakit degeneratif. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman mengenai bagaimana mencegah dan mengatasi adanya penyakit degeneratif yang mereka alami. "Supaya mereka memahami pola gaya hidup yang sehat," kata Amir.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Muhammad Rosyid Budiman berharap agar kegiatan bedah buku yang digelar bisa meningkatkan minat baca masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya sengaja menggelar bedah buku sampai ke pelosok desa-desa. "Harapannya, minat baca dan budaya literasi yang ada bisa terus terjaga dan meningkat," kata Rosyid.
Penulis buku Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Degenaratif, Kusbaryanto mengatakan, penyakit degeneratif biasanya muncul pada usia di atas 30 tahun.
BACA JUGA: Vaksinasi Polio Kulonprogo Digelar di 235 Titik
Penyakit ini biasanya timbul seiring dengan perkembangan usia. Ketika penyakit ini muncul, maka memerlukan biaya tinggi dan pengelolaan yang rumit.
"Harapan kami lewat acara ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat untuk mencegah kemungkinan munculnya penyakit ini," katanya.
Lebih lanjut Kusbaryanto menyatakan penyakit degenaratif sebagian besar bisa diatasi dan disembuhkan. Hanya saja, perlu ada kepastian untuk pilihan pengobatan yang mampu membantu meringankan gejala sehingga pasien bisa hidup normal.
"Beberapa penyakit degenaratif yang umum di antaranya adalah kanker, diabetes, parkinson, alzheimer, rheumatoid arthritis, osteoporosis, dan hipertensi," ungkapnya.
Adapun gejala utama dari penyakit degenaratif, ungkap Kusbaryanto bervariasi. Ada penyakit degenaratif, menurutnya yang tidak menampilkan gejala seperti kanker. Tetapi, penyakit degeneratif seperti tumor ada gejala yang terlihat. Begitu juga dengan alzheimer, dan parkinson yang juga terlihat adanya gejalanya.
"Dan, biasanya penyakit degeneratif akan muncul setelah adanya pemeriksaan yang cermat atas keluhan pasien," kata Kusbaryanto. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.