LBC Hotels Group Satukan Pelaku Pariwisata dan Corporate
LBC Hotels Group, yang menaungi 9 unit hotel dan 2 resort ternama di Yogyakarta, kembali menggelar Table Top & Business Gathering #2
Peserta Jambore Pemuda Kota Jogja tengah melihat secara langsung proses pengolahan sampah di TPS 3R Kranon, Jumat (5/7/2024)./Alfi Annissa Karin
JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja kembali menggelar Jambore Pemuda Daerah tingkat Kota Jogja pada 5-7 Juli 2024. Pembukaan digelar di UPT Logam, Jumat (5/7/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 50 pemuda perwakilan 14 kemantren di Kota Jogja.
Jambore Pemuda Kota Jogja kali ini mengusing tema Ubah Plastik Jadi Estetik. Semangat dari tema ini adalah untuk menciptakan agen-agen perubahan utamanya di bidang kelestarian lingkungan.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dinas Dikpora Kota Jogja Mugi Suyatno menuturkan tema yang diangkat selaras dengan persoalan di Kota Jogja hari-hari ini. Peserta diajak untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di TPS 3R Kranon.
Peserta tampak antusias, bahkan sesekali peserta jambore juga turut melakukan dokumentasi lewat gawai masing-masing. Pada hari selanjutnya, peserta akan diajak untuk mengikuti outing class di Kaliurang. Di sana, berbagai pemateri dihadirkan untuk berbagai materi dan pengalaman. "Pada hari terakhir peserta diajak untuk outbond sebagai relaksasi usai dua hari menjalani kegiatan," ujar Mugi saat ditemui di UPT Logam, Jumat.
Mugi menjelaskan, Jambore Pemuda Daerah ini bertujuan untuk mencetak agen-agen perubahan. Peserta diharapkan mampu menjadi teladan setidaknya di lingkungan masing-masing. Nantinya, peserta turut diajak menjadi pengurus bank sampah di wilayahnya. Sebab, sejauh ini bank sampah masih menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di Kota Jogja. "Pemuda sebagai agen perubahan, berkaitan dengan dukungan, diharapkan lebih peka terhadap isu yang ada di Kota Jogja," imbuhnya.
Mugi mengatakan, peserta juga akan melakoni gerakan resik-resik kota atau Gresek. Ini merupakan wujud kepedulian Dinas Dikpora Kota Jogja terhadap masalah sampah lewat basis pendidikan. Kegiatan ini juga turut digelar secara nasional oleh Kemenpora RI. "Goal yang kami harapkan Jambore Pejuda Daerah ini akan menghasilkan 50 alumnus Jambore Kota Jogja sebagai agen perubahan," tuturnya.
Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya turut membuka secara resmi kegiatan ini. Dia sekaligus memberikan edukasi soal pemilahan sampah. Aman menyebut, sebagai ageb perubahan peserta jambore sudah seharusnya mengetahui jenis-jenis sampah yang bisa diolah secara mandiri maupun yang diolah oleh pemerintah. Informasi ini diharapkan bisa disampaikan, setidaknya kepada orang-orang terdekat mereka. "Misalnya sampab organik basah diolah sendiri. Sampah anorganik diserahkan kepada bank sampah dan sampah residu bisa dibawa ke depo terdekat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LBC Hotels Group, yang menaungi 9 unit hotel dan 2 resort ternama di Yogyakarta, kembali menggelar Table Top & Business Gathering #2
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa