Saat Barisan Pelajar DIY Diuji Terik dan Ketahanan di Mandala Krida
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Peserta Jambore Pemuda Kota Jogja tengah melihat secara langsung proses pengolahan sampah di TPS 3R Kranon, Jumat (5/7/2024)./Alfi Annissa Karin
JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja kembali menggelar Jambore Pemuda Daerah tingkat Kota Jogja pada 5-7 Juli 2024. Pembukaan digelar di UPT Logam, Jumat (5/7/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 50 pemuda perwakilan 14 kemantren di Kota Jogja.
Jambore Pemuda Kota Jogja kali ini mengusing tema Ubah Plastik Jadi Estetik. Semangat dari tema ini adalah untuk menciptakan agen-agen perubahan utamanya di bidang kelestarian lingkungan.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dinas Dikpora Kota Jogja Mugi Suyatno menuturkan tema yang diangkat selaras dengan persoalan di Kota Jogja hari-hari ini. Peserta diajak untuk melihat langsung proses pengolahan sampah di TPS 3R Kranon.
Peserta tampak antusias, bahkan sesekali peserta jambore juga turut melakukan dokumentasi lewat gawai masing-masing. Pada hari selanjutnya, peserta akan diajak untuk mengikuti outing class di Kaliurang. Di sana, berbagai pemateri dihadirkan untuk berbagai materi dan pengalaman. "Pada hari terakhir peserta diajak untuk outbond sebagai relaksasi usai dua hari menjalani kegiatan," ujar Mugi saat ditemui di UPT Logam, Jumat.
Mugi menjelaskan, Jambore Pemuda Daerah ini bertujuan untuk mencetak agen-agen perubahan. Peserta diharapkan mampu menjadi teladan setidaknya di lingkungan masing-masing. Nantinya, peserta turut diajak menjadi pengurus bank sampah di wilayahnya. Sebab, sejauh ini bank sampah masih menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di Kota Jogja. "Pemuda sebagai agen perubahan, berkaitan dengan dukungan, diharapkan lebih peka terhadap isu yang ada di Kota Jogja," imbuhnya.
Mugi mengatakan, peserta juga akan melakoni gerakan resik-resik kota atau Gresek. Ini merupakan wujud kepedulian Dinas Dikpora Kota Jogja terhadap masalah sampah lewat basis pendidikan. Kegiatan ini juga turut digelar secara nasional oleh Kemenpora RI. "Goal yang kami harapkan Jambore Pejuda Daerah ini akan menghasilkan 50 alumnus Jambore Kota Jogja sebagai agen perubahan," tuturnya.
Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya turut membuka secara resmi kegiatan ini. Dia sekaligus memberikan edukasi soal pemilahan sampah. Aman menyebut, sebagai ageb perubahan peserta jambore sudah seharusnya mengetahui jenis-jenis sampah yang bisa diolah secara mandiri maupun yang diolah oleh pemerintah. Informasi ini diharapkan bisa disampaikan, setidaknya kepada orang-orang terdekat mereka. "Misalnya sampab organik basah diolah sendiri. Sampah anorganik diserahkan kepada bank sampah dan sampah residu bisa dibawa ke depo terdekat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.