Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Beberapa produk UKM Kota Jogja dipamerkan dalam Jakarta Fair, beberapa waktu lalu./Istimewa-Pemkot Jogja
JOGJA—Sebanyak 43 pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari Kota Jogja diberangkatkan mengikuti Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2024. Selama sebulan mereka akan memamerkan dan menjajakan produk-produk unggulannya di acara tersebut.
Plh. Kepala Bidang Bimbingan Usaha Promosi & Kemitraan Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Joko Prihantoko menjelaskan Jakarta Fair merupakan event pameran terbesar se-Asia Tenggara. “Beraneka ragam stan dan pertunjukan seni serta produk unggulan daerah ditampilkan memeriahkan acara ini,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).
Tahun ini, event yang berlangsung di Jakarta International Expo selama 12 Juni-14 Juli 2024 ini mengusung tema Jakarta Fair Mengusung Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. “Dinas Perdagangan Kota Jogja turut berpartisipasi dalam PRJ dengan memfasilitas 43 UKM binaan kami mengikuti PRJ,” katanya.
Untuk mendapatkan jumlah dan pelaku UKM tersebut, pihaknya telah mengurasi UKM dampingan Dinas Perdagangan Kota Jogja. “Kami mengurasi produk, selain itu juga dilakukan survei dan pendampingan langsung ke UKM untuk kesiapan produknya dan variasi produk yang akan ditampilkan,” katanya.
Ke-43 UKM tersebut berperan mempromosikan produk-produk unggulan dari Kota Jogja. Mereka dibagi dalam lima kelompok atau kloter. Setiap kloter terdiri dari delapans ampai sembilan UKM. “Kami juga mendampingi mereka selama PRJ berlangsung,” paparnya.
Produk unggulan Kota Jogja yang diikutsertakan pada Jakarta Fair ini antara lain, fesyen, kerajinan perak, kerajinan kulit, dan batik serta kuliner khas Kota Jogja. “Keikutsertaan pameran pada event PRJ 2024 yang berlangsung selama satu bulan lebih ini tentunya memberikan dampak positif pada tingkat promosi produk unggulan Kota Jogja,” katanya.
Selain itu, melalui tampilan display yang menarik serta memperlihatkan ciri khas kan ornamen budaya Kota Jogja akan semakin menambah daya tarik konsumen untuk berkunjung dan bertransaksi di stan produk unggulan Kota Jogja. “Minat warga Jakarta dengan adanya stan UKM Kota Jogja di dalam area Pekan Raya Jakarta sangat antusias dan sangat tertarik untuk bisa langsung berinteraksi dengan pelaku UKM Kota Jogja dan berbelanja berbagai macam produk UKM Kota Jogja,” ungkapnya.
Pemkot Jogja telah terlibat dalam Jakarta Fair sejak 2010 silam. Hingga saat ini, UKM dari Kota Jogja yang ikut serta dalam event ini sudah mencapai sekitar 500 UKM. Diharpkan semakin banyak UKM yang mengikuti event ini akan semakin dikenal pula produk unggulan Kota Jogja.
“Output yang diharapkan adalah semakin berkembangnya UKM kota Jogja pada sisi pemasaran dan mampu bersaing di kancah pangsa pasar nasional bahkan internasional serta target omzet UKM juga semakin meningkat,” pungkasnya.
Adapun, Jakarta Fair merupakan event tahunan yang digelar di Jakarta sejak 1968. Dalam event internasional ini dipamerkan berbagai produk dalam negeri. Sejak pertama kali digelar, Jakarta Fair hanya dua kali absen yakni pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.