Separator Ring Road Utara 1,5 Km Dibongkar untuk Proyek Tol Jogja-Solo
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Produk Jyco-S yang terbuat dari limbah bonggol jagung./Istimewa -- UNY
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengubah limbah bonggol jagung menjadi sabun yang memiliki kemampuan perlindungan dari paparan sinar UV. Dengan campuran lidah buaya atau Aloe vera, sabun yang dinamai Jyco-S ini mampu membantu pengelolaan limbah bonggol jagung yang kerap kali tak termanfaatkan.
Jyco-S merupakan inovasi yang ditemukan lima mahasiswa UNY yakni Adhelia Citra Sulistyawati, M. Prigel Ulil Abshor, Erda Aiska Ariela Belinda, Dhina Maulani dan Nida Nur Laili Wahdah. Adhelia menjelaskan limbah bonggol jagung dan Aloe vera mengandung senyawa flavonoid dan fenol yang mampu memunculkan aktivitas antioksidan dan tabir surya. Kedua bahan alami tersebut bisa menjadi alternatif tambahan untuk mengatasi masalah kulit yang diakibatkan oleh paparan sinar UV.
"Permasalahan kulit yang sering dialami di Indonesia adalah kanker kulit dengan faktor utama karena paparan sinar UV yang berlebihan yang apabila tidak segera diatasi, perlahan-lahan akan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi untuk melakukan pencegahan kanker kulit melalui penggunaan tabir surya," kata Adhelia pada Jumat (12/7/2024).
Selain kandungan flavonoid dan fenol yang ada di dalamnya, keberadaan limbah bonggol yang begitu melimpah, membuatnya mudah didapat. Adhelia menyebut produksi limbah bonggol jagung di Indonesia jumlahnya mencapai 5,7 juta ton per tahun. Jumlahnya yang begitu banyak tentunya membutuhkan langkah pengelolaan menjadi produk yang bermanfaat.
Bonggol jagung dan aloe vera diperoleh di daerah Kulonprogo dan Gunungkidul karena belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan beberapa limbah bonggol jagung terkadamg hanya dibakar yang dapat menyebabkan polusi udara.
Tak cuma dibuat dari pemantauan limbah, anggota tim lainnya Nida menambahkan sabun Jyco-S punya keunikan sebagai sabun mandi sekaligus tabir surya. Karenanya ketika menggunakan produk ini pemakai tidak memerlukan tabir surya tambahan.
Nida melanjutkan produk Jyco-S yang dibuat dalam bentuk sabun batang memudahkan penggunaan dan membersihkan kulit secara optimal. "Target konsumen yaitu laki-laki maupun perempuan berusia 15-50 tahun yang sadar pentingnya kesehatan kulit, konsumen yang ingin menghemat waktu menggunakan tabir surya, sekaligus konsumen yang mencari produk inovatif dan unik," lanjutnya.
Anggota tim lainnya, Prigel menjelaskan bahwa pembuatan ekstrak bonggol jagung menggunakan proses ekstraksi maserasi dengan cara merendam serbuk bonggol jagung dalam etanol 96% selama 3 hari pada temperatur kamar terlindungi dari cahaya. Endapan yang diperoleh dari proses ektraksi meserasi dilakukan pemisahan. Selanjutnya, endapan yang diperoleh dipekatkan sehingga mendapatkan ekstrak pekat bonggol jagung. "Pembuatan gel Aloe vera dilakukan dengan merendam aloe vera terlebih dahulu untuk menghilangkan getah," ujarnya.
Gel Aloe vera nantinya dihaluskan menggunakan stick blender. Setelah halus, Aloe disaring dan dimasukkan ke dalam cetakan es untuk dibekukan. Aloe vera yang beku bisa langsung digunakan untuk pembuatan sabun.
Secara rinci formulasi Jyco-S, terdiri dari ekstrak bonggol jagung, ekstrak aloe vera, NaOH 37%, minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, minyak dedak, gliserin, propilen glikol, asam stereat, asam sitrat, gula, essential oil dan pewarna sabun. Pencetakan bahan-bahan tadi menjadi sabun menggunakan silikon. Setiap satu cetakan dituangkan campuran bahan-bahan untuk membuat Jyco-S terlebih dahulu hingga terisi setengah dan ditutup lagi dengan campuran tadi. Setelah itu diamkan selama 1x24 jam, sabun sudah jadi dan siap dikemas.
Melihat manfaat dan terobosannya, produk inovasi pemanfaatan limbah bonggol jagung ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.