Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—DPD PDIP DIY mengatakan tak mau tergesa-gesa dalam penentuan bakal calon yang maju dalam pelaksanaan Pilkada 2024 untuk kabupaten dan kota di wilayah DIY.
Proses seleksi untuk nama-nama yang bakal diusung partai berlambang banteng moncong putih itu disebut masih dilakukan di DPP PDIP DIY.
"Sampai sekarang belum keluar surat keputusan maupun surat tugas dari DPP untuk bakal calon yang diusung di Pilkada kabupaten kota di DIY," kata Sekretaris DPD PDIP DIY Totok Hedi Santoso, Kamis (18/7/2024).
Totok menyatakan, partainya masih memperhitungkan dan menganalisis perkembangan politik terkini di kabupaten kota DIY.
Itu harus dilakukan dengan cermat dengan memperhatikan banyak hal, sehingga akan menjadi dasar dalam menentukan sikap partai dalam Pilkada nanti.
"Koalisinya siapa dan apa saja yang perlu dipersiapkan itu dihitung sungguh-sungguh. Pendaftaran kan baru akhir Agustus," ujarnya.
Menurut dia, PDIP tidak terpengaruh dengan pergerakan sejumlah partai yang di beberapa daerah sudah menjalin kesepakatan dan menunjuk calon yang diusung terlebih dahulu.
Ia menyebut, itu merupakan bagian dari dinamika politik dan harus diapresiasi karena turut menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada.
BACA JUGA: Fokus Gerakan 3M Cegah DBD, Dinkes DIY Belum Memperluas Penerapan Wolbachia
"Kami masih menghitung banyak hal dan banyak kemungkinan, serta koalisi yang digandeng. Namun tetap terbuka dengan siapa pun, belum bisa kami pastikan, sekarang kami terbuka sama semua," ungkap Totok.
Hanya saja, dalam waktu dekat DPD PDIP DIY bersama DPC PDIP Kota Jogja, kata dia bakal menggelar konsolidasi internal untuk memanaskan mesin partai khusus di wilayah itu.
Pengurus partai sampai di tingkat anak ranting akan dikumpulkan untuk persiapan Pilkada mendatang.
"Sebenarnya di DPC lain juga dilakukan konsolidasi tapi skalanya tidak besar, hanya konsolidasi informal dan formal dengan peserta terbatas. Namun yang Kota Jogja nanti sifatnya lebih besar dengan pengurus sampai ke akar rumput," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Honda kembali menggandeng Red Bull di MotoGP 2027. Kerja sama ini juga berdampak pada Fabio Quartararo yang meninggalkan Monster Energy.
Media asing menyoroti reshuffle Kabinet Prabowo, terutama pergantian Menlu Sugiono oleh diplomat karier Arrmanatha Nasir.
Sembilan tahun Batik Enom, Devie Fransisca membuktikan batik bisa menjadi pakaian sehari-hari melalui inovasi warna, desain, hingga jersey batik.
Air mengucur dari langit-langit pesawat Emirates EK123 rute Dubai-Istanbul. Maskapai menjelaskan penyebabnya adalah penumpukan kondensasi.
Jelang pencoblosan Pilur Bantul 4 Oktober 2026, warga diminta cermat menyaring informasi media sosial dan tidak mudah percaya hoaks.