Kunjungan Wisata ke Jogja Harus Membawa Manfaat bagi Warga Sekitar
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafii, dalam bedah buku Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Menyulap Sampah Menjadi Berkah, di Balai RW 15 Juminahan, Tegalpanggung, Danurejan, Jumat (26/7/2024)./Lugas Subarkah
JOGJA—Hingga saat ini masalah sampah masih menjadi permasalahan yang dihadapi warga Kota Jogja. Selain upaya dari pemerintah, kontribusi dari masyarakat untuk turut mengelola sampah sesuai kemampuannya juga diperlukan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafii, dalam bedah buku Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, dengan judul Menyulap Sampah Menjadi Berkah di Balai RW 15 Juminahan, Tegalpanggung, Danurejan, Jumat (26/7/2024).
“Tema buku ini punya maksud tidak hanya agar kita membaca, tetapi mengubah perilaku kita. Memotivasi kita agar sama-sama punya perhatian terhadap masalah sampah. Kita masih kerepotan membuang sampah. Ini jadi perhatian pemerintah. Tapi saya juga berharap masyarakat juga memiliki kontribusi,” katanya.
Pada lingkup kota, pengelolaan sampah memang menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun, dalam skala yang lebih kecil, yakni rumah tangga, masyarakat bisa berkontribusi sesuai kemampuannya untuk turut mengelola sampah. “Masyarakat kalau menyelesaikan tidak bisa, itu jadi kewajiban pemerintah. Tapi banyak atau sedikit, mari berkontribusi menyelesaikan masalah sampah. Dari rumah kita. Ada langkah yang harus kita lakukan dan jadi tanggung jawab kita,” katanya.
Ada tiga hal yang bisa dilakukan masyarakat dalam berkontribusi menangani sampah. Pertama yakni mengurangi produksi sampah. “Yang biasa menjadi sampah tidak kita lakukan lagi. Contohnya penggunaan botol plastik diganti gelas,” kata dia.
Kedua, memilah sampah organik dan anorganik, hingga menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis ke bank sampah di wilayah setempat.
Ketiga, adalah mengolah sampah organik, bisa dengan membuat kompos dan sebagainya.
Buku Menyulap Sampah Menjadi Berkah merupakan buku karya Sumarlin. Buku ini menjelaskan bagaimana sampah bisa memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia.
Sampah bisa menyejahterakan, mengangkat perekonomian dan membahagiakan hidup, asal kita bisa mengelolannya dengan benar.
Sumarlin dalam buku ini melihat sampah dalam perspektif pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di sini diwujudkan dengan melibatkan masyarakat dalam memilah dan mendapatkan keuntungan ketika menyalurkan sampahnya di bank sampah.
“Banyak sampah dapat menambah penghasilan masyarakat, karena saat mereka menukarkan sampah akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Nasabah bank sampah dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada saat tabungannya terkumpul banyak,” ujar Sumarlin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.