PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Bedah buku digelar di Pendopo Mbah Bayan RT/RW 02/11 Sumber, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, Jumat (26/7/2024). Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN—Upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat disambut antusias para warga. Agenda bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY di seluruh wilayah DIY itu terus mendapat sambutan positif dari warga dan juga hampir selalu dipenuhi kehadiran para peserta.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY Rakhmat Sutopo mengungkapkan bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY telah digelar di 138 titik di DIY sampai dengan Jumat (26/7/2024). Cakupan ini menjadi sinyal semakin banyaknya orang yang didorong minat bacanya oleh DPAD DIY.
“Artinya sudah semakin banyak orang yang diberi pemahaman dan diberi motivasi untuk membaca, terutama membaca buku,” ungkapnya, kemarin.
Rakhmat menilai membaca buku dapat menjadi tonggak awal kemajuan bangsa. Banyak informasi dan pengetahuan yang bisa dimiliki masyarakat dan dapat bermanfaat dalam lingkup kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, dari membaca buku, masyarakat punya potensi mengembangkan diri dan lingkungannya.
Kemarin, di Pendopo Mbah Bayan RT/RW 02/11 Sumber, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman buku yang dibedah adalah buku pintar kesehatan anak. Mengambil momentum peringatan Hari Anak, isu kesehatan anak menjadi salah satu topik yang penting dan menjadi perhatian.
BACA JUGA: Bediding Disebut Berkaitan dengan Fenomena Aphelion
Wakil Ketua DPRD DIY Anton Prabu Semendawai menambahkan dirinya ingin kegiatan bedah buku ini bisa menyasar seluruh wilayah DIY. Harapannya minat baca masyarakat DIY bisa terus meningkat meskipun saat ini DIY telah menempati urutan teratas di Indonesia.
Tema kesehatan yang dikupas juga sangat dekat dengan lingkungan masyarakat. Terkadang banyak warga yang belum mengetahui aspek-aspek penting pada kesehatan anak sehingga lewat buku yang dibahas itu, orang tua makin mengenali kesehatan anak itu seperti apa.
Setali tiga uang, dengan agenda ini minat baca masyarakat bisa terkerek dan kesehatan anak bisa terjaga. “Minat baca dan pengetahuan warga tambah meningkat, otomatis kesehatan anaknya juga meningkat,” paparnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.