Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Peserta lomba mewarnai yang diinisiasi oleh Komunitas Kumbang dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-79 Indonesia berfoto bersama di Ramayana Balet Purawisata, Minggu (28/7/2024)./Istimewa
JOGJA—Kementerian Agama DIY bersama Komunitas Kumpul Bareng Anak Bangsa (Kumbang) menggelar acara bertajuk Kumpul Bareng Anak Bangsa di Ramayana Balet Purawisata, Minggu (28/7/2024).
Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79 ini mengambil tema Harmoni dalam Keberagaman, Wujudkan Persatuan Indonesia.
Ketua Event Kumbang Vol. 2 2024, Paramita Jati menuturkan event ini menampilkan berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah lomba mewarnai.
Kompetisi ini diikuti oleh 188 anak dari berbagai komunitas, seperti gereja, sekolah, kelompok, serta relasi kerja sama dengan pihak penyelenggara lomba lain di DIY. Terbagi menjadi 4 kategori, yakni kategori pra-sekolah sampai TK, kelas 1-3 SD, 4-6 SD, dan siswa/ siswi SMP.
Diakhir acara, peserta menerima Piala GKR Hemas sebagai apresiasi terhadap kreativitas dan semangat persatuan dalam lomba mewarnai.
Dinamakan Piala GKR Hemas lantaran untuk menghormati Ibu GKR Hemas yang dikenal sebagai tokoh pendukung keberagaman dan persatuan bangsa. Peserta memperebutkan total hadiah hingga Rp 6 juta.
"Lomba mewarnai ini bertujuan menanamkan nilai-nilai solidaritas dan toleransi sejak usia dini, serta memberikan wadah bagi anak-anak untuk berkreasi sambil merayakan keragaman Indonesia," ujarnya, Minggu (28/7/2024).
Selain lomba mewarnai, acara ini juga menyajikan seminar parenting dengan tema Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Persatuan Indonesia serta Mewujudkan Indonesia Bebas Stunting".
Seminar ini menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak untuk menjadi generasi penerus yang sadar akan keberagaman dan pentingnya persatuan.
Di sisi lain, ada juga pentas seni yang menampilkan bakat anak-anak dari berbagai latar belakang. Anak juga menonjolkan kekayaan budaya dan seni Indonesia.
Kumpul Bareng Anak Bangsa dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk sponsor, tamu undangan, dan perwakilan tokoh agama dari berbagai keyakinan. Mulai dari agama Buddha, Hindu, Katolik, Islam, Kristen, dan kepercayaan lokal. "Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan dialog lintas agama yang menjadi inti dari acara ini," tuturnya.
Pembimas Katolik Kementrian Agama DIY, Kristoforus Sinselius mengapresiasi gelaran Kumbang 2024.
Menurutnya, lewat kegiatan ini anak-anak bisa saling mengenal tanpa melihat latar belakang apapun, sehingga bisa tercipta iklim persatuan dan kesatuan.
"Semoga perjumpaan yang terjadi tetap membekas dalam diri anak-anak sampai mereka tumbuh dewasa. Kumbang diharapkan menjadi momen tahunan yang tidak hanya merayakan Hari Kemerdekaan, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun dialog lintas agama dan memupuk rasa persatuan dan toleransi sejak dini di kalangan anak-anak.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.