Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jajaran pejabat KAI Bandara menerangkan event Glow Night Fun Run pada Kamis (1/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 2.500 pelari bakal berpartisipasi dalam ajang KAI Bandara Glow Night Fun Run yang digelar Jumat (2/8/2024) malam. Event perdana yang digelar di Jogja itu diharapkan bisa menyemarakkan wisata olahraga di Kota Jogja.
Ketua Panitia Diah Suryandari mengatakan, event itu jadi salah satu wujud dan apresiasi pihaknya kepada masyarakat sekaligus mendukung wisata olahraga di Jogja. Peserta diharapkan merasakan pengalaman yang berbeda lantaran event ini digelar malam hari.
BACA JUGA : Event Lari dan Bersepeda di Jogja selama Agustus 2024, Cek di Sini
"Kami ingin nuansa event dan kegiatan yang berbeda dibandingkan dengan yang lain, sehingga kami adakan di malam hari. Lagi pula di malam hari suasana Jogja di beberapa titik bisa memberikan pengalaman yang beda dengan kota lain," jelasnya, Kamis (1/8/2024).
Diah menerangkan, nantinya para peserta akan memakai jersi glow in the dark sehingga akan tampak menarik saat melintas di rute yang telah ditentukan. Mereka akan mengambil start dari Stadion Mandala Krida menuju Stasiun Tugu, Malioboro dan Titik Nol KM.
"Total ada 2.500 peserta yang ikut serta dan telah kami buka pendaftaran sejak Juni sampai Juli. Nanti ada dua kategori yakni 5K dan 10 K," katanya.
Menurut Diah, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak kepolisian agar pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar lantaran rute mengambil titik di kawasan yang padat pengendara, sehingga nantinya tidak ada gangguan yang terjadi di jalan raya.
BACA JUGA : KAI Bandara Gelar Glow Night Fun Run Melewati Kawasan Heritage Jogja
"Kami sudah memastikan rute itu aman dan meminimalisir daerah rawan karena acara malam itu kan ada ribuan pelari maka kami sudah antisipasi hal itu," ujarnya.
Diah menambahkan, ribuan peserta itu mayoritas masih berasal dari Jogja dan sekitarnya. "Namun banyak juga dari luar kota seperti Jakarta, Solo, Surabaya dan Purwokerto. Semoga jadi salah satu pendukung sport tourism dan mereka bisa menikmati spot wisata dan budaya di sini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.