Kabar Gembira! Puluhan Guru Mengaji di Kulonprogo Terima Intensif Rp2,5 Juta

Triyo Handoko
Triyo Handoko Jum'at, 02 Agustus 2024 17:57 WIB
Kabar Gembira! Puluhan Guru Mengaji di Kulonprogo Terima Intensif Rp2,5 Juta

Suasana pembinaan guru ngaji yang dilakukan Kemenag Kulonprogo di Kapanewon Nanggulan./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 53 guru ngaji di Kulonprogo mendapat insentif honor dari Kemenag Kulonprogo. Insentif sebesar Rp2,5 juta itu dimaksudkan untuk menunjang kesejahteraan dan peningkatan kualitas layanan.

Guru ngaji yang mendapat insentif ini adalah mereka yang mengajar di lembaga pendidikan keagamaan. Terdapat 41 guru ngaji di tingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), enam guru di pondok pesantren, dan enam orang lagi dari madrasah diniyah takmiliyah.Insentif ini sudah dicairkan pada 2024 ini yang dalam setahun diberikan satu kali.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Kemenag Kulonprogo, Latif Fuad Nurul Huda menjelaskan bahwa pendataan sudah dilakukan pihaknya sebelum memberikan insentif tersebut.

Fuad menerangkan pendataan itu dilakukan sesuai petunjuk teknis yang diterbitkan Kemenag RI melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam No.591/2024. "Para guru ngaji sebelum mendapat intensif kami data dulu lalu kami melakukan pengajuan melalui Sistem Informasi Kinerja Penyediaan (SIKaP)," ujar dia, Jumat (2/8/2024).

Melalui pemberian insentif ini, jelas Fuad, Kemenag Kulonprogo berharap kualitas pendidikan yang diberikan para guru ngaji makin meningkat. "Agar jadi penyemangat bagi guru ngaji agar lebih baik dalam menjalankan tugas-tugasnya," terangnya.

Peningkatan kualitas guru ngaji di Kulonprogo, lanjut Fuad, terus diupayakan salah satunya dengan sertifikasi. Melalui program sertifikasi ini para guru ngaji mengikuti ujian dan peningkatan pemahaman agar mendapat sertifikat.

Salah satu upaya sertifikasi guru ngaji ini dilakukan di Kapanewon Nanggulan dengan pelulusan 26 ustaz.

Ketua Badko Rayon Nanggulan, Catur Budiargo menerangkan sertifikasi ini dimulai dengan pembinaan para guru ngaji.

Terdapat 31 guru ngaji di Kapanewon yang mengikuti sertifikasi, jelas Catur, tapi yang lolos 26 guru ngaji. "Kami berharap para ustaz dan guru ngaji yang sudah lolos sertifikasi ini dapat istiqomah sehingga diharapkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di Rayon Nanggulan akan semakin meningkat," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online