Forum ASEAN di UKDW Soroti Kepemimpinan Perempuan
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Siswa dan guru SMAN 1 Jogja saat mengikuti program Pajak Bertutur, Rabu (7/8/2024)./Lugas Subarkah
JOGJA—Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIY menggelar Pajak Bertutur, Lampaui Batas, Bangkit untuk Indonesia Emas di SMAN 1 Jogja, Rabu (7/8/2024). Dalam kegiatan ini para siswa diberikan ilmu tentang pajak dengan cara yang mengasyikkan.
Kepala Kanwil DJP DIY, Erna Sulistyowati menjelaskan Pajak Bertutur dilaksanakan rutin setiap tahun serentak di seluruh Indonesia, dan tahun ini merupakan pelaksanaan ke-8.
Pajak Bertutur dilaksanakan di sekolah tingkat SMA, di mana setiap satu wilayah ada satu sekolah yang dipilih. “Kami menyasar kepada adik-adik calon wajib pajak. Kenapa? Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan. Diharapkan mereka sudah paham tentang pajak sejak dini. Pada saat mereka memasuki dunia kerja dan menjadi wajib pajak, maka mereka sudah paham,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam edukasi literasi inklusi para calon wajib pajak. Selain Pajak Bertutur, ada pula Tax Goes To Campus, Tax Goes To School yang merupakan inklusi perpajakan yang dimasukkan dalam kurikulum pendidikan yang dilaksanakan secara terus menerus.
Pemahaman tentang perpajakan oleh masyarakat sangat penting karena pajak berperan besar dalam pembangunan, karena 83% penerimaan negara berasal dari pajak. “Kami sangat berharap mereka para calon pemimpin bangsa paham pajak sejak dini,” katanya.
Meski tidak secara langsung mendapat feedback dari pembayaran pajak, seluruh masyarakat akan menikmati berbagai fasilitas dari negara yang dibiayai dari uang pajak. “Yang kami tanamkan adalah pajak untuk kesejahteraan bangsa,” katanya.
Karena pesertanya generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah, maka penyampaian materi pun dibuat menyenangkan, menyesuaikan dengan dunia anak sekolah. Permainan interaktif dilakukan untuk memancing partisipasi para peserta.
“Karena pesertanya anak-anak, jadi kami lebih mendekatkan dengan bagaimana cara berkomunikasi dengan anak-anak. Beda dengan kegiatan untuk pegawai atau perusahaan. Kemasannya ada literasinya tentang fungsi pajak, manfaat pajak, kemudian dikemas dalam permainan,” katanya.
Pengemasan materi dengan permainan interaktif ini membuat para siswa bisa belajar dengan gembira sehingga lebih membekas. “Supaya mereka senang, karena kalau enggak senang enggak akan masuk. Tagline kami, Sehari Mengenal, Selamanya Bangga,” ujarnya.
Kanwil DJP DIY sudah menjalin mitra inklusi dengan tiga perguruan tinggi dan lima SMA. Tiga perguruan tinggi tersebut masing-masing STIE YKPN, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Sedangkan di tingkat SMA adalah SMAN 1 Jogja, SMAN 1 Sleman, SMAN 1 Bantul dan SMAN 1 Wates dan SMAN 1 Wonosari.
Kepala SMAN 1 Jogja, Jumadi, mengatakan acara ini sekaligus sosialisasi interaktif dan edukasi inklusi kesadaran pajak. Total ada 70 peserta yang terlibat.
Jumadi berterima kasih kepada Kanwil DJP DIY, karena telah mempercayai SMAN 1 Jogja menjadi tempat untuk kegiatan Pajak Bertutur di 2024.
Dia juga menceritakan bahwa anak didiknya juga mengikuti perlombaan Bedah APBD yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan di Jakarta. “Kami beberapa waktu yang lalu juga ikut perlombaan Bedah APBD di Jakarta. Peserta Bedah APBD adalah perwakilan siswa dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dan Alhamdulillah SMAN 1 Jogja mendapat juara harapan kedua,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Sony RX10 V resmi di Indonesia dengan lensa 24-600mm, AI autofokus, dan video 4K 120fps. Harga Rp37,9 juta, pre-order 21 Juli-16 Agustus 2026.
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.