Tingkatkan Minat Baca, DPAD DIY Bedah Buku Soal Hati

Media Digital
Media Digital Kamis, 15 Agustus 2024 22:27 WIB
Tingkatkan Minat Baca, DPAD DIY Bedah Buku Soal Hati

Bedah buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY di Sendangarum, Minggir./Catur Dwi Janati 

SLEMAN—Upaya meningkatkan literasi masyarakat yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY melalui bedah buku terus merambah ke desa-desa.

Di Sendangarum, Minggir, Sleman, masyarakat diajak membedah buku Menggali ke Puncak Hati yang kental dengan urusan jiwa dan kerap luput dari perhatian masyarakat.

Kepala DPAD DIY, Kurniawan, menjelaskan kegiatan bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY bertujuan meningkatkan literasi masyarakat. Secara sederhana literasi dapat berarti kemampuan membaca dan menulis.

Namun, dalam pemaknaan yang lebih luas, literasi yang dimaksud Kurniawan berhubungan dalam mengolah informasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. "Dalam pengertian yang lebih luas lagi adalah bagaimana mengolah ilmu pengetahuan dan informasi sehingga bermanfaat," jelas Kurniawan di Gedung Serbaguna TPA Sanan Sendangarum, Minggir, Sleman, Kamis (15/8/2024).

Dengan kata lain, Kurniawan ingin dari proses membaca dan menulis yang dilakukan, masyarakat mendapatkan informasi atau pengetahuan. Kurniawan berpendapat jika banyak sekali buku yang bisa menjadi sumber pengetahuan dan informasi bagi masyarakat.

"Targetnya utamanya tetap pada meningkatkan literasi masyarakat. Artinya literasi itu tidak hanya dimaknai kemampuan membaca maupun menulis, tapi bagaimana mengalah ilmu pengetahuan dan informasi," tegasnya.

Lewat agenda buku ini, DPAD DIY, lanjut Kurniawan, ingin mengajak masyarakat peduli terhadap buku. Apalagi banyak buku di pojok baca hingga perpustakaan di lingkungan sekitar, menanti untuk dibaca oleh masyarakat. "Sehingga harapan kami meningkatkan literasi masyarakat sesuai dengan potensi di sekitar masyarakat," ujarnya.

Di Sendangarum, Minggir bedah buku DPAD DIY mengupas bulu berjudul Menggali ke Puncak Hati. Buku ini, kata Kurniawan, sangat menarik karena membahas pengetahuan memperbaiki diri. Terlebih saat ini masyarakat menghadapi krisis dalam berbagai hal, termasuk krisis dalam diri seperti berkaitan dengan moral maupun urusan psikologis. "Satu-satunya jalan kita perbaikan diri itu bukan dari orang lain tapi dari diri kita sendiri," katanya.

"Kita perlu memperkuat diri kita, mental kita, akhlak kita, hati kita karena itu benteng kita untuk tetap bisa bertakwa.”

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan menambahkan pengelolaan hati atau jiwa terkadang masih luput dari perhatian masyarakat. Padahal hati lanjut Setyo menjadi pusat dari baik atau tidaknya diri seseorang. "Secara umum masih luput dari perhatian. Kita secara umum masih memperhatikan jasmani kita, lebih memperhatikan badan kita," ujarnya.

Di sisi lain jika dikaitkan dengan persoalan jiwa, Sofyan menegaskan bahwa diri seseorang terdiri dari jiwa dan raga. Sementara saat ini angka prevalensi gangguan jiwa di DIY lanjut Sofyan terbilang tinggi. Padahal sumber dari persoalan jiwa menurut Sofyan adalah hati.

"Ketidakmampuan mengelola hati, ketidakmampuan mengelola jiwa, di situlah kemudian menimbulkan gangguan jiwa tadi. Mudah-mudahan ini [bedah buku] menjadi salah satu langkah solutif masyarakat teredukasi dari buku ini tentang mengelola hati," ucapnya. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online