Ribuan Pelari Akan Jajal Rute Lereng Merapi, Lewati Lava Tour hingga Kebun Stroberi

Sunartono
Sunartono Rabu, 21 Agustus 2024 14:17 WIB
Ribuan Pelari Akan Jajal Rute Lereng Merapi, Lewati Lava Tour hingga Kebun Stroberi

Panitia memaparkan agenda kegiatan lari bertajuk bertajuk Dewi Mlayu Ndeso, Rabu (21/8/2024). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan lari bertajuk bertajuk Dewi Mlayu Ndeso aka digelar pada 29 September 2024 mendatang. Rute event lari ini diklaim paling unik karena menyusuri sejumlah desa dan destinasi wisata di lereng Merapi, mulai dari lava tour hingga kebun stroberi.

Ketua Panitia Dewi Mlayu Ndeso Muhammad Nuzril Isro mengatakan rute yang akan dilewati berbeda dengan event lari pada umumnya. Di antaranya akan melewati desa wisata Pentingsari, Lava Tour Merapi hingga Kebun Stroberi yang berada di lereng Merapi. Konsep lari ini bersifat fun run sehingga tidak mencari siapa pemenang yang pertama sampai finish.

BACA JUGA : KAI Bandara Gelar Glow Night Fun Run Melewati Kawasan Heritage Jogja

"Oleh karena itu pesertanya bisa sambil ngonten di sepanjang jalan. Karena viewnya menarik, bisa berhenti juga di kebun stroberi. Secara umum rutenya sedikit yang melewati aspal, lebih banyak jalan cor blok jalan kampung jalan setapak. Adapun jumlah peserta sekitar seribu orang," katanya, Rabu (21/8/2024).

Pelaksana Kegiatan dari Jorace Management Dian Isnawati mengatakan kegiatan lari dengan mengambil rute di kawasan utara ini sebagai salah satu upaya promosi wisata tidak hanya terpusat di Malioboro atau Titik nol Kilometer. Melainkan di sisi utara Jogja masih banyak destinasi menarik yang jarang terpublikasikan.

"Kami yakin banyak pelari yang tertarik dengan rute ini, start dan finish di Bhumi Merapi, kemudian berkeliling di sekitarnya, dengan pemandangan dan udara desa yang sejuk," ucapnya.

Melalui event ini diharapkan masyarakat bisa semakin mengenal destinasi wisata di Sleman. Sehingga memberikan dampak positif bagi desa wisata khususnya memunculkan ekosistem ekonomi yang lebih baik. "Karena melalui event ini juga dilibatkan banyak pelaku UMKM lokal. Kemudian kesenian tradisional lokal, termasuk masyarakat lokal juga dilibatkan," kata Direktur BPR MSA Y Triagung Pujiantoro.

Ia meyakini kegiatan lari dapat disambut antusias oleh masyarakat. Terlebih kegiatan lari saat ini digemari masyarakat. Meski termasuk event perdana namun dengan rute menarik di lereng Merapi diyakini akan memberikan kesan berbeda bagi para peserta.

"Panjang rute hanya 5 kilometer dan secara umum belum populer bagi pelari, tetapi saya yakin ada nuanse keseruan tersendiri dari rute tersebut karena murni dengan wisata alam desa yang asri. Kegiatan ini sekaligus untuk mendukung sport tourism di Jogja," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online