KSSK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Konflik Geopolitik
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
Jajaran Kanwil DJBC Jawa Tengah-DIY beserta Bea Cukai Yogyakarta berfoto bersama dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, seusai audiensi, Senin (19/8/2024)./Istimewa
JOGJA—Jajaran Pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY beserta Bea Cukai Yogyakarta beraudiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan, Senin (19/8/2024). Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi banyak hal terutama soal dukungan terhadap pengembangan UMKM di DIY.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, Akhmad Rofiq didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Tedy Himawan beserta rombongan disambut oleh Sri Sultan di Gedhong Wilis, kompleks Kepatihan. Ada sejumlah isu yang dibicarakan khususnya soal pengembangan UMKM yang ada di Jogja.
Sultan menyampaikan bahwa UMKM di Jogja harus naik kelas dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Bea Cukai, khususnya dalam merambah pasar ekspor. Produk UMKM di DIY, menurut Sultan, harus bisa bersaing dengan produk wilayah lain sehingga bisa berdaya dan menyejahterakan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Akhmad Rofiq menyatakan komitmen Bea dan Cukai untuk mendukung penuh peran UMKM. “Untuk memfasilitasi kegiatan ekspor impor, kami sudah punya program Kemudahan Impor Tujuan Ekspor [KITE], baik itu KITE Industri Kecil dan Menengah [IKM] dan KITE Normal. KITE IKM memang diperuntukkan bagi pengusaha yang memiliki nilai ekspor yang rendah. “Harapannya, tentu UMKM DIY bisa semakin berkembang dengan baik,” katanya.
Selain itu, pembahasan juga menyinggung rencana untuk memaksimalkan potensi dan juga proses bisnis yang ada di Yogyakarta International Airport (YIA) yang ada di Kabupaten Kulonprogo. Sebagai satu-satunya bandara bertaraf internasional yang beroperasi di Jawa Tengah dan DIY, peran YIA wajib didukung penuh demi perkembangan ekonomi dan juga pariwisata di Jogja dan Jawa Tengah.
Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi yang terjalin antara Bea Cukai dengan Pemda DIY dapat semakin erat dan baik, demi mendukung pelayanan dan pengawasan terkait dengan proses bisnis kepabeanan dan cukai di DIY.
“Kami dari Bea Cukai akan memaksimalkan pelayanan di YIA untuk mendukung Pemda DIY dalam memberikan layanan prima. Tentu saja agar YIA bisa menjadi bandara internasional terbaik, apalagi saat ini YIA menjadi satu-satunya bandara dengan predikat internasional di Jawa Tengah dan DIY, karena Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Adi Sumarmo di Solo, sudah tidak disebut lagi sebagai bandara internasional,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
DPK Kota Jogja mengenalkan layanan Amarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan dan mengelola arsip keluarga.
Dokter mengingatkan gaya hidup sedentari pada anak dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Simak aktivitas fisik yang dianjurkan.
UMY mengembangkan lima prototipe AI untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, kanker payudara, penyakit jantung, dan stres.
BGN memberi tenggat hingga 10 Agustus 2026 bagi SPPG mengurus SLHS. Dapur tanpa sertifikat laik higiene dan sanitasi akan ditutup permanen.