PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Bedah buku yang diselenggarakan DPAD DIY pada Kamis (22/8/2024) di Pondok Pesantren Alquran Balqis Putra di Kapanewon Ponjong. - ist
GUNUNGKIDUL—Bedah buku kembali digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY pada Kamis (22/8/2024) di Pondok Pesantren Alquran Balqis Putra di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul.
Puluhan santri dan warga sekitar antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tujuan bedah buku yang berkolaborasi dengan DPAD DIY ini untuk menambah minat baca dan meningkatkan literasi masyarakat Bumi Handayani.
Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, menjelaskan buku yang dibedah dalam program ini adalah Menyiapkan dan Membangun Jiwa Entrepreneur pada Anak. Semakin baik literasi masyarakat maka semakin bagus pembangunan sumber daya manusia di Gunungkidul.
“Melalui literasi berbagai sektor dapat makin dimaksimalkan karena dapat menambah pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas,” ungkapnya, kemarin.
BACA JUGA: RUU Pilkada Dipastikan Batal Disahkan, Wakil Ketua DPR RI: Putusan MK Berlaku!
Melalui bedah buku bertajuk wirausahawan muda ini, juga dimaksudkan untuk memotivasi agar para orang tua dan anak muda yang mengikuti kegiatan ini mau menjadi pengusaha muda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penumbuhan jiwa wirausahawan muda diperlukan dengan literasi yang tepat. “Melalui literasi yang tepat akan terbangun pemahaman yang benar sehingga dapat memberikan arahan-arahan yang tepat,” kata Budiyono.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY Imam Taufik mengapresiasi upaya peningkatan literasi yang dilakukan DPAD DIY. Tema penumbuhan wirausahawan muda ini juga dinilai cocok karena pengusaha muda masih minim dan perlu diperbanyak.
Imam, yang juga Sekretaris Komisi D DPRD DIY, ini menyebut melalui literasi efektif menumbuhkan wirausahawan muda. “Apalagi peserta diskusinya banyak santri yang berusia muda, ini efektif melalui literasi untuk meningkatkan pengusaha muda,” katanya.
Kegiatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor, yaitu pendidikan dan ekonomi. “Kegiatan ini perlu ditingkatkan dan diperluas lagi agar akses masyarakat terutama yang di pinggiran dapat juga mendapatkannya,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.