Uji Baterai iPhone 18 Pro Max Tembus 12 Jam, Samsung Tertinggal
Uji baterai iPhone 18 Pro Max mencatat durasi 12 jam 6 menit, unggul dari Samsung Galaxy S26 Ultra yang bertahan 9 jam 36 menit.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 25 santri dari sebuah pondok pesantren di Murtigading, Sanden, Bantul, diduga mengalami keracunan dan harus dilarikan ke RS Saras Adyatma Bambanglipuro dan RS Rachma Husada, Minggu (25/8/2024).
Dari 25 santri tersebut, saat ini, sebanyak sebelas orang santri sudah diperbolehkan pulang kembali ke pondok pesantren, dan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
BACA JUGA: Orang Keracunan Kecubung Sering Berhalusinasi
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana yang dikonfirmasi, Senin (26/8/2024) membenarkan terkait kejadian tersebut. Sebanyak 11 santri yang saat ini kembali ke pondok adalah 4 orang santriwati dan 7 orang santri. "Sisanya ada 14 orang masih di rawat di rumah sakit," katanya.
Lebih lanjut, Jeffry mengungkapkan, awalnya pada Sabtu (24/8/2024) sekitar pukul 17.30 WIB, para satri mengeluh mual, muntah, pusing dan diare. Kemudian pada Minggu (25/8/2024) mereka di bawa ke RS Saras Adyatma Bambanglipuro, Bantul dan RS. Rachma Husada untuk mendapatkan perawatan.
"Untuk penyebabnya, kami masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit," imbuh Jeffry.
Terpisah, Direktur RS Saras Adyatma, Tri Wahyuni mengungkapkan, jika Minggu (25/8/2024) pagi sekira pukul 07.00 WIB, pihaknya menerima sebanyak 25 santri yang diduga mengalami keracunan. Karena keterbatasan tempat, baru 17 santri yang bisa tertangani.
Sisanya, oleh pihak RS Saras Adyatma diarahkan ke RS Rachma Husada untuk mendapatkan penanganan medis. "Dari 17 orang tersebut, saat ini 3 orang rawat jalan. Sedangkan 14 sampai saat ini masih rawat inap di tempat kami," papar Yuyun-panggilan akrab Tri Wahyuni.
Terkait dengan gejala dari ke-17 santri yang mendapatkan perawatan, Yuyun menyebut mereka mengalami diare, mual, muntah dan panas sampai 39 derajat selsius dan pusing.
Yuyun juga mengungkapkan, jika dari penuturan para santri, mereka sebelumnya ada kegiatan karnaval yang digelar Sabtu (24/8/2024), di mana pada kegiatan tersebut para santri telah mengonsumsi makanan.
"Dari gejala tersebut, dimungkinkan mereka mengalami keracunan makanan. Dan, saat ini kami telah mengambil sampel makanan dan membawanya ke laboratorium milik Pemda DIY, untuk memastikan apa yang menjadi penyebabnya," ucap Yuyun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji baterai iPhone 18 Pro Max mencatat durasi 12 jam 6 menit, unggul dari Samsung Galaxy S26 Ultra yang bertahan 9 jam 36 menit.
Kemenhub mengintensifkan rampcheck bus dan truk serta pengawasan ETLE HUB untuk menekan risiko kecelakaan selama Nataru 2026/2027.
Polda Metro Jaya memburu bandar ganja inisial K yang masuk DPO setelah menggagalkan peredaran 44,1 kg ganja asal Sumatera Utara.
DPRD Bantul mendorong target pembangunan 600 km jalan didukung BKK DIY dan anggaran pusat, bukan hanya mengandalkan APBD.
Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras SPHP seharga Rp12.500 per kg untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang akhir 2026.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.