Taru Martani Perkuat Kemitraan Petani Melalui Tembakau dan Pangan
PT Taru Martani memperkuat kemitraan dengan petani tembakau dan pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan usaha dan penguatan rantai pasok
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan (depan, dua dari kanan) saat menyampaikan materi dalam agenda bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah yang digelar di Pendopo Kapanewon Berbah, Selasa (27/8/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengajak masyarakat untuk peduli dan mengolah sampah di lingkungan sekitar rumah. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam bedah buku berjudul Kelola Sampah Jadi Berkah yang digelar di Pendopo Kapanewon Berbah, Sleman, Selasa (27/8/2024).
“Sampah masih menjadi masalah karena masyarakat belum tahu ilmunya. Maka, biar bisa mengolah sampah menjadi lebih bermanfaat, mari belajar bersama melalui bedah buku ini,” kata Sofyan, Selasa.
Menurut dia, tidak hanya masalah sampah, segala sesuatu apabila dimanfaatkan dengan baik maka dapat memberikan manfaat. Begitu juga sebaliknya, kalau tidak dikelola dengan baik, maka bisa menjadi masalah. “Contohnya handphone bisa untuk alat berkomunikasi, tetapi sekarang juga ada dampak buruknya, misalnya untuk penipuan dan lainnya,” katanya.
Meski demikian, Sofyan menggarisbawahi, dalam menyelesaikan masalah sampah dibutuhkan komitmen bersama. Sebagai penghasil sampah, di lingkup keluarga harus mengelola seperti dengan cara memilah dan lainnya sehingga yang dibuang benar-benar residu. “Harus mengelola langsung dari sumbernya, dan ini membutuhkan komitmen agar masalah sampah dapat terselesaikan,” katanya.
Pengelolaan sampah tidak hanya mengatasi masalah polusi. Tetapi, keberadannya juga bisa menghasilkan nilai tambah seperti diolah menjadi pupuk organik, kerajinan dan lain lainnya sesuai dengan jenisnya. “Lewat bedah buku ini warga diajari cara mengelola sampah sehingga bisa mendatangkan manfaat. Semoga program ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas,” katanya.
Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Trilastiti Suryaningtyas mengatakan Pemda DIY secara beruntun memeroleh predikat sebagai daerah dengan tingkat baca tertinggi di Indonesia.
Prestasi ini ingin terus dipertahankan sehingga ada kerja sama dengan DPRD DIY untuk menggelar bedah buku. Diharapkan program ini tidak hanya mempertahankan DIY sebagai wilayah dengan tingkat membaca paling baik se-Indonesia, tapi juga untuk meningkatkan budaya membaca di masyarakat.
“DIY menduduki peringkat pertama secara nasional, tapi angka minat baca masih butuh ditingkatkan. Harapannya dengan bedah buku ini, maka program literasi di masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain program bedah buku, dia mengakui ada program lain seperti perpustakaan digital maupun kunjungan ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. “Di kantor [DPAD DIY] banyak fasilitas yang bisa diakses masyarakat untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani memperkuat kemitraan dengan petani tembakau dan pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan usaha dan penguatan rantai pasok
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.