Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Salah satu rumah warga Padukuhan Jasem Lor, Kalurahan Pacarejo, Semanu mengalami keretakan tembok akibat gempa yang terjadi pada Senin (26/8/2024)./Istimewa-Kepala Dusun Jasem Lor
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul merilis data terbaru inventarisasi dampak gempa yang terjadi pada Senin (26/8/2024) sekitar pukul 20.00 WIB. Dari data yang semula 16 rumah terdampak kini bertambah menjadi 34 rumah tanpa korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan rumah terdampak gempa ini tersebar di enam kapanewon yaitu Semanu, Nglipar, Purwosari, Panggang, Patuk, dan Karangmojo.
Di Semanu, rumah rusak hanya tersebar di Kalurahan Pacarejo. Kerusakan hampir semuanya berwujud tembok retak. Di Nglipar, rumah rusak tersebar di Kalurahan Kedungkeris dan Pengkol. Mayoritas kerusakan berwujud tembok retak.
Di Purwosari, rumah rusak tersebar di Kalurahan Giripurwo saja dengan mayoritas kerusakan berupa tembok retak. Selain itu, di Panggang, rumah rusak tersebar di Kalurahan Girisekar dengan tembok retak.
Adapun di Patuk, dampak gempa tersebar di Kalurahan Patuk dan Pengkok dengan tembok retak. Terakhir, di Karangmojo, kerusakan tersebar di Kalurahan Ngawis dengan tembok retak.
Sebelumnya, Purwono menjelaskan pusat gempa tektonik Magnitudo 5,8 yang terjadi pada Senin (26/8) malam berada di di 95 kilometer (km) Barat Daya Gunungkidul dengan kedalaman 30 kilometer (km).
Gempa ini juga dirasakan hingga Karangkates, Malang, Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, dan Klaten. Gempa ini tidak menimbulkan tsunami.
BACA JUGA: Dampak Gempa Jogja, Seorang Warga Pingsan dan 4 Rumah di Kulonprogo Rusak
Meski begitu, BPBD mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga perlu menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempat.
Sebelum kembali ke rumah, kata Purwono masyarakat perlu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempat yang berdampak pada kestabilan bangunan. Hal ini menjadi salah satu bentuk mitigasi agar tidak ada korban jiwa.
Dukuh Jasem Lor Kalurahan Pacarejo, Mujiyana mengaku dari delapan belas rumah di padukuhannya, hanya ada satu rumah mengalami retak tingkat sedang. Sisanya mengalami retak ringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
erum BULOG memberikan dukungan modal usaha kepada 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta melalui program BULOG Peduli RPK Mandir
Pratikno menyebut Wantimpres berisi tokoh nasional beragam latar belakang yang siap memberi saran dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.
Mitchell Baker sudah mencetak 9 gol dalam 7 laga Timnas Indonesia, melewati 7 gol Ole Romeny yang dikoleksi dari 13 penampilan.
Cek mobil listrik di bawah Rp200 juta dan jarak tempuhnya. Ada Aira ev, BYD Atto 1, dan Seres E1 hingga 301 km.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital