Telegram Kalah di Pengadilan India, Pemblokiran Sementara Berlaku
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
RSUD Panembahan Senopati./Harian Jogja
Hariajogja.com, BANTUL--RSUD Panembahan Senopati (RSPS) Bantul memastikan dua bakal paslon pada Pilkada Bantul 2024 yakni Abdul Halim Muslih - Aris Suharyanta (Halim-Aris) dan Joko Budi Purnomo-Rony Wijaya Indra Gunawan (Joko-Rony) akan menjalani pemeriksaan kesehatan bersama pada Kamis (29/8/2024).
Kedua bakal paslon yang sudah mendaftar ke Kantor KPU Bantul pada Rabu (28/8/2024) itu dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada pukul 07.00 WIB.
"Kami jadwalkan pemeriksaan dimulai pukul 07.00 WIB, untuk dua bakal paslon. Tim saat ini sudah siap dan ini sesuai dengan permintaan dari KPU Bantul, jika pemeriksaan kesehatan untuk bakal paslon dilakukan sehari setelah pendaftaran," kata Direktur RSPS Bantul Atthobari, kepada Harian Jogja, Rabu (28/8/2024).
Menurut Atthobari, pihaknya telah membentuk tim yang terdiri dari dokter spesialis, perawat dan melibatkan personel dari BNN Kabupaten Bantul untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dua bakal paslon. Adapun total jumlah personel yang dilibatkan mencapai 20-an orang.
"Kami juga telah melakukan simulasi. Dalam simulasi kemarin, malah kita mencoba jika bakal paslon yang diperiksa ada 3. Dan, semua berjalan lancar," kata Atthobari.
Lebih lanjut, Atthobari pihaknya optimistis pemeriksaan kesehatan untuk dua bakal paslon di Pilkada Bantul akan selesai dalam satu hari. Adapun hal yang akan diperiksa saat pemeriksaan kesehatan bakal paslon, Atthobari mengungkapkan akan dilakukan pemeriksaan secara umum, baik jasmani maupun rohani terhadap bakal paslon yang mendaftar di KPU Bantul.
"Jadi, jika nantinya ditemukan diperlukan ada pemeriksaan lanjut ya tiga hari," papar Atthobari.
Menurut Atthobari, pelibatan RSPS Bantul dalam pemeriksaan bakal paslon yang mendaftar di KPU bukan kali pertama. Sebelumnya, RSPS Bantul juga dilibatkan oleh KPU Bantul untuk memeriksa kesehatan pada Pilkada 2015 lalu.
"Jadi ini bukan kali pertama. Dulu pada Pilkada 2015 kami juga pernah ditugaskan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk bakal paslon pada Pilkada," ucap Atthobari.
Ketua KPU Bantul, Joko Santosa mengatakan penetapan RSPS Bantul sebagai lokasi dan pihak pemeriksaan kesehatan sudah sesuai hasil rapat pleno yang digelar KPU Bantul.
Alasan penunjukan RSPS Bantul sebagai lokasi dan pihak pemeriksa kesehatan karena KPU menilai RSPS Bantul kompeten dan diakui kredibilitasnya.
"Pemeriksaan kesehatan kan salah satu syarat yang harus ditempuh dalam tahapan pencalonan bakal paslon kepala daerah. Pemeriksaan sendiri kami jadwalkan mulai 28 Agustus 2024 sampai 2 September 2024 di RSPS Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telegram kalah di pengadilan, blokir 6 hari di India tetap berlaku. Hakim sebut perintah pemerintah beralasan untuk cegah kecurangan ujian kedokteran.
Bahlil pastikan batu bara PLN aman, gangguan listrik disebut akibat masalah teknis operasional dan distribusi, bukan kekurangan energi.
Dosen UGM nilai revisi UU P2SK sebagai fondasi reformasi jangka panjang sistem keuangan Indonesia dengan penguatan OJK dan LPS.
Fenomena joki Strava viral di media sosial. Simak tarif, cara kerja, serta risiko keamanan akun dan data pribadi yang perlu diwaspadai.
PSS Sleman resmi menunjuk kembali Pieter Huistra sebagai pelatih kepala untuk Super League 2026/2027 dengan target bangun tim Super Elja.
Jepang menang 4-0 atas Tunisia di Piala Dunia 2026, Ueda dan Ito bersinar, Tunisia tersingkir dari Grup F.