Antusiasme Tinggi, Nobar Final PSS Dipindah ke Lapangan Denggung
Pemkab Sleman gelar nobar final PSS vs Garudayaksa di Lapangan Denggung. Harda Kiswaya juga imbau kapanewon mengadakan nobar.
Ditresnarkoba Polda DIY berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis ganja jaringan Jogja-Medan-Aceh dengan temuan ganja lebih dari 500 kilogram./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Ditresnarkoba Polda DIY berhasil membongkar peredaran narkotika jenis ganja jaringan Jogja-Medan-Aceh. Dalam jaringan ini, polisi juga berhasil menemukan ladang ganja seluas tiga hektare di Aceh.
Wadir Resnarkoba AKBP, Muharomah Fajarini menerangkan pengungkapan peredaran ganja jaringan Jogja-Medan-Aceh ini bermula dari tertangkapnya tersangka MTH, 39, asal Gedongtengen di Nitiprayan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Sabtu (20/7/2024). Dari tangan MTH, polisi menyita ganja seberat 153,17 gram.
"Setelah diinterogasi, MTH sebelumnya mengaku telah memesan secara online melalui akun Instagram dari MF dan paketan oleh tersangka MTH dialamatkan di daerah Kebumen," kata Fajarini di Halaman Ditresnarkoba Polda DIY, Jumat (6/9/2024).
Paket tersebut turun pada Senin (22/7/2024) melalui jasa ekspedisi. Setelah diperiksa polisi, ternyata benar paket tersebut berisi daun, batang dan biji ganja seberat 1.020 gram.
Dari keterangan tersangka MTH, penyidik Ditresnarkoba Polda DIY lantas melakukan penyelidikan untuk mengungkap pengirim ganja tersebut.
Akhirnya setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Ditresnarkoba Polda DIY lantas Medan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka MF, 27, yang diketahui beralamat di wilayah Brayan Barat, Medan Barat, Medan.
Pada Senin (19/8/2024) polisi berhasil menangkap MF dengan barang bukti Ganja sebanyak 869 gram. "Setelah diinterogasi, MF mengaku mendapatkan ganja dari wilayah Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh," ungkapnya.
BACA JUGA: Kejari Gunungkidul Musnahkan 5.569 Pil Sapi
Polisi yang menuju Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh lalu menemukan ladang ganja seluas tiga hektare. Di sana, ladang ganja yang masih ditumbuhi pohon ganja setinggi 1,5-2 meter dengan estimasi 2.500 batang.
"Dengan asumsi satu kilogram ganja berisi lima batang pohon, maka berat total pohon ganja [di ladang] tersebut kurang lebih 500 kilogram. Selain itu, di lokasi juga ditemukan ganja yang sudah dipanen sebanyak dua karung dengan berat kurang lebih 50 kilogram," lanjutnya.
Atas temuan ini polisi mencabut dan membakar tanaman ganja yang ada di ladang. Sementara MF beserta barang bukti ganja sebanyak 869 gram dan dua karung ganja seberat kurang lebih 50 kilogram dibawa ke Polda DIY untuk dilakukan proses penyidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman gelar nobar final PSS vs Garudayaksa di Lapangan Denggung. Harda Kiswaya juga imbau kapanewon mengadakan nobar.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.