Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Foto Ilustrasi. Siswa memasukkan surat suara saat mengikuti rangkaian simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (23/2/2023). Antara/Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, JOGJA –Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja memprediksi kondisi pemilih pemula saat Pilkada kali ini tak jauh beda dengan pemilihan presiden dan legislatif beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Jogja Nindyo Dewannto menyebut lebih dari 50 persen pemilih, masih akan didominasi oleh pemilih pemula. “Kalau kami prediksinya 50 sampai 60 persen pemilih pemula,” kata Nindyo saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2024).
Nindyo mengatakan sejumlah upaya telah ditempuh untuk meningkatkan kesadaran politik bagi pemilih pemula. Di antaranya adalah program pendidikan politik, meliputi sekolah demokrasi yang ada di setiap kemantren dan kelas demokrasi yang turut melibatkan siswa SMA, SMK, dan sederajat sebagai pesertanya.
Kemudian, ada program parlemen pelajar. Lewat program ini, peserta yang merupakan pelajar setingkat SMA ini akan diajak untuk mengunjungi Gedung DPRD Kota Jogja dan melakukan simulasi rapat paripurna. “Ada juga program olimpiade demkorasi untuk pelajar SMA sederajat. Kami ingin tahu sejauh mana pengetahuan terkait demokrasi pada pelajar,” ujarnya.
Menurut Nindyo, berbagai program yang diinisiasi Kesbangpol itu mendapat respon yang baik dari para pemilih pemula. Ini praktis turut meningkatkan kesadaran politik para pemilih pemula. Nindyo mengatakan sebagian besar pemilih pemula di Kota Jogja telah memahami terkait Pemilu, Pilkada, hingga kondisi demokrasi di Kota Jogja.
Baginya, ini juga tak lepas dari berbagai informasi yang telah masif beredar melalui media sosial maupun media mainstream. “Kalau dibandingkan dengan daerah lain kita wajib berbangga pada pemilih pemula yang sudah aware, sehingga berbagai program kegiatan itu hanya sekedar mengarahkan dan memberikan guidance terkait dengan keadaan politik yang ada di Kota Jogja,” tutur Nindyo.
Tingginya pengetahuan terkait politik pada pemilih pemula ini turut mencerminkan tingginya kesadaran memilih atau tingkat partisipasi pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya pada gelaran Pilkada mendatang. Nindyo mengatakan, pemilih pemula kini cenderung tak apatis. Potensi 50-60 persen suara pemilih pemula ini menurutnya juga bisa dimaksimalkan oleh para timses paslon untuk mendulang suara.
“Untuk teman-teman pemilih pemula, mereka kemarin juga ternyata pengetahuan terkait politik juga sudah tinggi dan tidak apatis. Artinya 50 sampai 60 persen pemiluh pemula itu, monggo dari timses untuk mengolah untuk mendulang suara,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.
Hilman Latief bantah terima aliran dana korupsi kuota haji. KPK terus dalami kasus yang menjerat mantan Menag Yaqut.
Resep tongseng kambing tanpa santan, empuk dan tidak bau. Cocok untuk olahan daging kurban Iduladha di rumah.
Stadion Atlanta jadi venue semifinal Piala Dunia 2026. Cek jadwal lengkap fase grup hingga semifinal di sini.