PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Agenda bedah buku berjudul Anak Sehat Anak Hebat, Membentuk Masa Depan Cerah yang digelar DPAD dan DPRD DIY di Sopalan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (19/9/2024). – dok/DPAD DIY
SLEMAN—Menciptakan generasi yang hebat kerap dikaitkan dengan anak yang sehat untuk menyongsong masa depan. Tak hanya secara fisik, pendampingan kesehatan anak secara mental dinilai menjadi aspek penting untuk mewujudkan anak yang hebat.
Topik anak sehat ini diulas bersama-sama dalam agenda bedah buku yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Sopalan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (19/9/2024).
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengatakan melalui bedah buku, dia ingin minat baca masyarakat dapat meningkat dan tingkat kegemaran membaca DIY yang menempati posisi tertinggi di Indonesia dapat dipertahankan. "Sehingga banyak masyarakat lebih mengetahuinya [baca dan literasi]," kata Anton.
Di Sopalan, Maguwoharjo, warga diajak membedah buku berjudul Anak Sehat Anak Hebat, Membentuk Masa Depan Cerah. Menurut anton, di era digital, anak-anak tidak hanya perlu didorong agar sehat secara fisik namun juga sehat secara mental. "Jadi kami ingin memopulerkan budaya membaca buku supaya pengetahuan masyarakat semakin luas," katanya.
BACA JUGA: BPK Endus Sejumlah Masalah Penting dalam Izin Tambang Minerba
Apalagi, anak-anak nantinya bakal menjadi generasi penerus bangsa. Karena itu, sangat penting menciptakan anak yang sehat dan cerdas secara intelektual.
Anton mencontohkan bagaimana munculnya kasus stunting atau kekerdilan pada anak yang dipicu dari persoalan gizi yang buruk. Untuk membangun anak sehat dan anak hebat membutuhkan gizi serta mental yang bagus. "Tidak hanya dari anak dan keluarga, tapi kami menyosialisasikan kepada lingkungan. Kalau lingkungannya baik, otomatis anak-anak di wilayah tersebut juga baik. Artinya, ini menjadi tugas bersama," katanya.
Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, menambahkan kegiatan bedah buku yang digelar merupakan upaya pemerintah dalam rangka mencerdaskan masyarakat.
Dengan meningkatnya kecerdasan masyarakat, diharapkan ada peningkatan kompetensi yang pada ujungnya mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Tema buku yang dibedah bersama masyarakat juga aktual. Seperti tema Anak Sehat Anak Hebat Membantu Masa Depan Cerah yang dibahas di Sopalan, Maguwoharjo.
Menurut Budiyono, sebelum sampai pada anak sehat dan anak hebat, perlu didahului dengan nutrisi yang cukup. "Kalau anak sehat, maka harapannya ke depan juga selalu sehat, termasuk tertular juga kepada masing-masing keluarga dalam memberikan nutrisi kepada anggota keluarganya. Jadi, tidak hanya banyak makanan, tetapi yang penting adalah nutrisi yang sehat dan tercukupi," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.