Gempa di Bali Merusak Sejumlah Bangunan, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif di Darat

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 21 September 2024 09:11 WIB
Gempa di Bali Merusak Sejumlah Bangunan, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif di Darat

Sejumlah bangunan dilaporkan rusak akibat gempa bumi magnitudo 4,8 mengguncang Gianyar Bali Sabtu (21/9/2024) pagi. Ist/X/@daryonoBMKG

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah bangunan dilaporkan rusak akibat gempa bumi magnitudo 4,8 mengguncang Gianyar Bali Sabtu (21/9/2024) pagi. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. 

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Daryono juga mengunggah salah satu foto bangunan yang rusak akibat gempa tersebut.

BACA JUGA: Bali Kembali Diguncang Gempa Sabtu Pagi Ini, BMKG: Kekuatan Magnitudo 4,8, Kedalaman 22 Km

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yg terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme sumber kombinasi sesar turun-geser (oblique normal)," kata Daryanto melalui akun X @daryantoBMKG, Sabtu (21/9/2024)

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi tepat pada pukul 06:26:20 WIB atau pukul 07.26.20 WITA, Gianyar Bali diguncang gempa tektonik. Hasil analisa BMKG, lanjut Daryono, menunjukkan bahwa gempa ini berkekuatan M4,8. Episenter koordinat 8,57° LS; 115,32° BT, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 3 km barat daya Gianyar, Bali pada kedalaman 22 km.

Dia menjelaskan dampak gempa Gianyar M4,8 berdasarkan laporan guncangan dirasakan di Gianyar dalam skala intenitas IV MMI. Di Badung, Denpasar, Tabanan, Karangasem dan Bangli III MMI. Di Buleleng, Mataram & Lombok Barat II MMI. "Hingga saat ini belum ada kerusakan akibat gempa," katanya.

Gempa susulan juga terjadi dengan magnitudo 2.7,pukul 21-Sep-2024 06:41:25WIB. Lokasi gempa susulan menurut data BMKG 8.59LS, 115.33BT (5 km BaratDaya GIANYAR-BALI). Gempa ini cukup dangkal yakni kedalaman 29 Km

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga hari Sabtu, 21 September 2024 pukul 07.42 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Masyarakat juga diminta BMKG agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Salah satu artis Nana Mirdada yang tinggal di Bali merasakan getaran gempa tersebut. Di akun instagramnya dia mengungkapkan gempa itu terasa cukup kuat dan lama. "Besar banget dan lama gempanya, ada yang berasa?" tulisnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online