Kemerdekaan Digital, Jangan Sampai Jogja Hanya Jadi Pengguna AI
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
Lomba Cerdas Cermat Sejarah yang diinisiasi Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) DIY digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (24/9/2024). - ist
JOGJA—Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan/Disbud) DIY menggelar Lomba Cerdas Cermat Sejarah di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (24/9/2024), yang diikuti lima tim mewakili masing-masing kabupaten dan kota di DIY.
Kelima tim itu meliputi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Jogja, SMAN 2 Bantul, SMA Kolese De Britto, SMAN 1 Wonosari dan SMAN 1 Wates. Dalam teknisnya, setiap tim berisi tiga anggota dengan penilaian dilakukan tiga orang dewan juri.
Kepala Seksi Sejarah Dinas Disbud DIY I Gede Adi Atmaja menuturkan Lomba Cerdas Cermat Sejarah mengusung tema Hadeging Nagari Ngayogyakarta. Secara keseluruhan, materi cerdas cermat meliputi sejarah lokal, nasional, warisan budaya tak benda hingga cagar budaya.
Lomba Cerdas Cermat Sejarah terbagi menjadi beberapa babak, di antaranya babak benar salah, cepat tepat, interaktif, cerita sampai rebutan. Sebelumnya, masing-masing kabupaten kota melaksanakan seleksi secara mandiri terlebih dahulu sampai terpilih lima perwakilan.
Gede, sapaan akrabnya, mengatakan Lomba Cerdas Cermat ini merupakan upaya mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai perjuangan dan nasionalisme. Lewat kegiatan ini, diharapkan generasi muda juga bisa meneladani para pendahulu bangsa guna menunjukkan identitas diri bangsa Indonesia.
BACA JUGA: Selama Musim Kemarau, BPBD Bantul Salurkan 1,56 Juta Liter Air Bersih
Hargai Sejarah
“Jangan sampai sejarah Indonesia justru tergerus dan mengalami keterpurukan. Disbud berupaya menggugah generasi muda untuk lebih giat mempelajari sejarah dan lebih giat menggali potensi-potensi sejarah yang ada di lingkungan mereka [generasi muda],” ujarnya di TBY, kemarin.
Kepala Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Disbud DIY Budi Husada menuturkan Lomba Cerdas Cermat Sejarah ini digelar secara rutin setiap tahunnya. Selain untuk mengajak generasi muda untuk menghargai sejarah, Lomba Cerdas Cermat Sejarah juga menjadi upaya untuk menyiapkan perwakilan DIY untuk dikirim pada berbagai kegiatan di tingkat regional maupun nasional.
Antusias generasi muda untuk mempelajari sejarah terbilang tinggi, yang dibuktikan dengan tingginya animo mahasiswa yang memilih jurusan sejarah yang tersebar di beberapa perguruan tinggi. Tak hanya itu, keikutsertaan generasi muda pada berbagai kegiatan Bidang Sejarah Disbud DIY juga selalu mendapatkan antusias yang tinggi.
Lomba Cerdas Cermat Sejarah ini menghasilkan SMAN 1 Wonosari sebagai juara pertama, SMAN 1 Jogja sebagai juara 2, SMA Kolese De Britto menyabet juara ketiga, SMAN 2 Wates meraih juara harapan pertama dan SMAN 2 Bantul mendapatkan juara harapan kedua. Seluruhnya mendapatkan uang pembinaan, trofi dan medali. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
Studi terbaru mengungkap mahasiswa yang kecanduan judi online memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.
Jadwal bola malam ini Sabtu 15 Agustus 2026 hingga Minggu dini hari menghadirkan Persib vs Sabah, Singapura vs Thailand, dan Manchester United vs AC Milan.
Sepanjang 2026, dunia telah diguncang 11 gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 atau lebih. Indonesia tercatat mengalami tiga gempa besar, termasuk gempa M7,7 di Fl
Putri Andriani Juficha, Miss Earth Indonesia 2025, meninggal dunia di usia 26 tahun. Berikut profil, pendidikan, dan prestasinya.