BEDAH BUKU: Gemar Membaca Menjadi Ciri Orang yang Pintar

Media Digital
Media Digital Rabu, 25 September 2024 23:37 WIB
BEDAH BUKU: Gemar Membaca Menjadi Ciri Orang yang Pintar

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menyampaikan materi dalam acara bedah buku berjudul Gen-Z Hegemoni, Kreasi dan Inklusi di Pedukuhan Gejawan Wetan, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, Rabu (25/9/2024)./David Kurniawan

SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku di Pedukuhan Gejawan Wetan, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, Rabu (25/9/2024). Kali ini buku yang dibedah berjudul Gen-Z Hegemoni, Kreasi dan Inklusi.

Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi, mengatakan bedah buku yang digelar merupakan bentuk komitmen dari Pemda DIY untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat di Bumi Mataram.

Dia tidak menampik untuk saat ini DIY menduduki peringkat teratas dalam hal membaca. Hanya saja, intesitasnya juga masih butuh peningkatan agar peringkat terbaik ini bisa terus dipertahankan “Salah satunya dengan bedah buku ini. Tetapi, masih banyak program literasi yang dimiliki DPAD DIY yang bisa diakses masyarakat secara luas,” kata Wahyudi, Rabu.

Selain bedah buku, program lain yang dikembangkan adalah perpustakaan digital melalui aplikasi i-Jogja. Di perpustakaan digital ini banyak jenis buku yang bisa diakses dengan berbagai kategori mulai dari bacaan yang ringan hingga berat. “Tinggal dipilih karena layanan i-Jogja bisa diakses secara gratis. Koleksi bukunya ada lebih dari 300.000 eksemplar,” katanya.

Wahyudi menambahkan, tujuan bedah buku tidak hanya untuk meningkatkan minat baca. Pasalnya, dengan membaca buku, maka pengetahuan dan wawasan yang dimiliki juga bertambah. “Salah satu ciri orang pintar adalah sering dan gemar membaca buku. Makanya, kami mengajak orang tua untuk membiasakan anak untuk membaca sehingga bisa tambah pintar,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai. Menurut dia, anakanak muda saat ini lebih banyak ketimbang orang tua. Karena itu, dengan diselenggarakannya bedah buku berjudul Gen-Z Hegemoni, Kreasi dan Inklusi, diharapkan bisa menjadi panduan dalam mengasuh anak.

Menurut dia, perkembangan teknologi informasi seperti pisau bermata dua, yakni bisa memberikan dampak positif dan negatif. Karena itu dalam pengawasan, orang tua harus bisa berperan menjadi seorang teman agar anak tidak salah pergaulan. “Internet ini sangat bermanfaat bisa menambah pengetahuan. Tapi, juga ada ancamannya seperti judi online, kecanduan gim dan lainnya sehingga harus benar-benar diawasi,” katanya. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online