BEDAH BUKU: Kenali Potensi Anak, Ciptakan Generasi Unggul

Media Digital
Media Digital Rabu, 09 Oktober 2024 22:37 WIB
BEDAH BUKU: Kenali Potensi Anak, Ciptakan Generasi Unggul

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menyampaikan materi dalam acara bedah buku berjudul Menempa Potensi Anak, Langkah Tepat Menuju Pertumbuhan Optimal yang digelar DPAD DIY di Pedukuhan Mrincingan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (9/10/2024)./Catur Dwi Janati

SLEMAN—Mengenali potensi anak menjadi hal yang perlu diketahui oleh orang tua, terutama untuk mengasah kemampuan anak secara optimal.

Upaya untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam pengembangan potensi anak ini didorong lewat agenda bedah buku yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan DPRD DIY di Pedukuhan Mrincingan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (9/10/2024).

Di Mrincingan, buku yang dibedah berjudul Menempa Potensi Anak, Langkah Tepat menuju Pertumbuhan Optimal.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menjelaskan tema mengembangkan potensi anak dipilih agar orang tua mampu mendampingi anaknya untuk mengoptimalkan kemampuannya.

Apalagi di era digital saat ini, potensi anak bisa menjurus ke berbagai bidang teknologi, seperti kemampuan coding, pengembangan gim dan lainnya. "Sebagai orang tua di era digital ini, tugas kita lebih banyak daripada tugas orang tua zaman dulu," kata Anton.

Semakin berkembangnya teknologi, spektrum potensi anak juga semakin luas. Dulu ketika teknologi belum seluas sekarang, anak-anak kebanyakan belum bisa mengoperasikan teknologi digital.

Sekarang, anak-anak bahkan terkadang lebih andal dalam mengoperasikan teknologi sehingga butuh pendampingan orang tua agar penggunaannya tetap mengarah kepada hal positif. "Lebih banyak peran orang tua yang harus diperhatikan. Karena dengan era digital, orang tua harus melihat potensi anak," katanya.

Dengan cara pandang terbuka, orang tua bisa menempatkan diri untuk mendukung dan mendampingi potensi anak. Terlebih di era masa kini, berbagai profesi baru tumbuh karena berkembangnya teknologi. "Mungkin anak suka game, ya didorong untuk menjadi gamers atau pembuat aplikasi game," ujarnya.

Kendati demikian, orang tua berperan penting untuk mendidik karakter dan etika anak. Anton berharap nantinya tidak hanya muncul anak-anak yang berkemampuan di bidang teknologi tetapi juga punya akar budaya adiluhung.

"Kita semuanya memakai teknologi tetapi tidak melupakan akar budaya. Jadi, warga DIY yang istimewa ini bisa menciptakan anak-anak yang hebat tanpa melupakan budaya Jogja yang adiluhung," katanya.

Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, mengungkapkan dari target 222 lokasi, hingga awal Oktober ini bedah buku telah digelar di 194 titik di seluruh DIY. Harapannya lewat bedah buku ini masyarakat bisa terliterasi tentang beragam topik yang dibedah bersamasama.

"Diharapkan dari bedah buku hari ini dapat menjadi panduan yang komprehensif yang dirancang untuk membantu orang tua mendidik dan mengasuh anak dalam mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara maksimal," kata perempuan yang akrab disapa Asti tersebut.

Asti juga berharap dari kegiatan bedah buku ini, orang tua bisa mengetahui strategi yang tepat untuk mengasah potensi anak. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online