Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Ilustrasi instalasi air bersih - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul merilis tingkat konsumsi air masyarakat Gunungkidul. Dalam rilis menyatakan bahwa rata-rata konsumsi air masyarakat rata-rata 90 liter per jiwa per hari.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan apabila melihat rata-rata tingkat konsumsi air tersebut, Pemkab telah memperluas akses pelayanan air minum layak sebesar 90,59%.
Suhartanta mengaku guna menjaga akses dan memperluasnya, maka perlu ada pelestarian alam. Pelestarian lingkungan dalam rangka menjaga ketersediaan air dapat dilakukan di sumber-sumber air seperti Goa Rancang Kencana dan Air Terjun Sri Gethuk.
“Dua objek wisata itu juga merupakah salah satu geosite di Gunungkidul yang merupakan bagian dari Gunungsewu UNESCO Global Geopark,” kata Suhartanta dalam keterangan tertulis.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, M. Arif Aldian mengatakan akses perpipaan dalam penyediaan air bersih di Bumi Handayani saat ini mencakup PDAM sebesar 25,1%, SPAM Berbasis Masyarakat 4% dan Pammaskarta 14,5% serta jaringan mandiri sebesar 1,7%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.