BEDAH BUKU: Cetak Generasi Muda Unggul, Anak Wajib Dilatih Disiplin Sejak Dini

Media Digital
Media Digital Kamis, 10 Oktober 2024 21:57 WIB
BEDAH BUKU: Cetak Generasi Muda Unggul, Anak Wajib Dilatih Disiplin Sejak Dini

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (depan, dua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Langkah Bijak Mendidik Anak di Pedukuhan Terwilen, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (10/10/2024)./David Kurniawan

SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Langkah Bijak Mendidik Anak di Pedukuhan Terwilen, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (10/10/2024).

Selain untuk meningkatkan minat baca masyarakat, program ini juga sebagai upaya memberikan edukasi tentang mendidik anak.

Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengatakan banyak manfaat yang diperoleh dengan membaca buku. Pasalnya, kegiatan ini tidak hanya untuk memberikan contoh yang baik kepada anak, tapi juga sebagai sarana menambah wawasan dan pengetahuan. “Buku adalah gudang ilmu. Jadi, dengan membaca maka pengetahuan yang dimiliki akan bertambah luas,” katanya, Kamis.

Dia menjelaskan, bedah buku yang dilaksanakan sebagai salah satu upaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Seperti judul yang dibedah, tema kali berkaitan dengan pola pengasuhan dan mendidik anak. Anton berpendapat, pola asuh sudah sangat jauh berubah dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi.

Pola-pola lama tak bisa lagi diterapkan sehingga orang tua harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Anak sudah tidak bisa lagi disuruh karena pasti ada alasannya. Tetapi, kalau diberikan contoh, maka bisa diikuti tanpa ada perintah. Misalnya, orang tua senang membaca buku, maka anak juga terbiasa membaca buku,” katanya.

Dalam mendidik anak yang paling penting adalah melatih disiplin. Sebagai gambaran, saat memasuki waktu belajar, maka segala aktivitas dihentikan agar anak bisa fokus belajar. “Tidak boleh pegang gawai atau lainnya, harus fokus belajar. Saat anak belajar, orang tua juga konsekuen menemani bukan malah ngobrol atau yang lainnya karena bisa merusak konsentrasi belajar anak,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, mengatakan program bedah buku merupakan kerja sama dengan DPRD DIY. Tujuan utama dari kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca, sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat.

“Kalau warga pengetahuannya luas, maka tidak mudah termakan berita hoaks. Misalnya, ada sebuah berita dapat melakukan klarifi kasi kebenarannya terlebih dahulu,” kata Rakhmat.

Menurut dia, upaya peningkatan minat baca masyarakat tidak hanya melalui bedah buku. DPAD DIY juga mengembangkan perpustakaan digital lewat aplikasi i-Jogja. “Aplikasi i-Jogja bisa diakses secara gratis di aplikasi yang telah disediakan,” katanya. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online