PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menyampaikan materi dalam program bedah buku berjudul Pilar Pertumbuhan Anak ; Menciptakan Fondasi Sehat, untuk Sukses Masa Depan yang digelar di Pendopo Pedukuhan Jlegongan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kamis (17/10/2024). – Istimewa/Dokumentasi DPAD DIY
SLEMAN—Persoalan gizi masih dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam pertumbuhan anak. Topik ini dibahas Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan DPRD DIY lewat kegiatan bedah buku berjudul Pilar Pertumbuhan Anak ; Menciptakan Fondasi Sehat, untuk Sukses Masa Depan di Pedukuhan Jlegongan, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, Kamis (17/10/2024).
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengatakan gizi menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan anak. Pemenuhannya bisa dicukupi lewat berbagai cara, termasuk memanfaatkan sumber gizi dari lingkungan sekitar.
Di tengah kebutuhan ekonomi yang meningkat, wacana program makan bergizi gratis diharapkan bisa membantu pemenuhan gizi masyarakat. Namun bila itu tidak cukup, warga bisa mengambil skenario akses bantuan bibit pertanian atau ternak seperti lele hingga ayam untuk mencukupi kebutuhan gizi anak.
"Biasanya dari Dinas Pertanian dan Peternakan ada bantuan bibit, dari Peternakan atau Perikanan ada budi daya lele, itu bisa juga untuk mencukupi kebutuhan wilayah setempat," tutur Anton dalam bedah buku, Kamis.
Selain dapat berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, skema budi daya pertanian dan perikanan semacam ini juga menggerakkan ekonomi di lingkungan masyarakat. Harganya pun bisa lebih terjangkau karena rantai distribusi yang pendek. "Program ini mampu meningkatkan ekonomi, warga sekitar bisa membeli murah karena distribusinya rendah," katanya.
BACA JUGA: 16 Oktober Ternyata Hari Roti Sedunia, Ini Asal Usulnya
Dari bedah buku ini, instansi lain dapat menidaklanjuti kegiatan ini dengan program yang lebih implementatif atau yang bersifat praktis.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Mohamad Hadi Pranoto, mengungkapkan dari 222 sasaran, bedah buku yang diadakan telah mendekati target secara kuantitas. Kemudian secara kualitas, bedah buku yang digelar diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat. "Bedah buku ini pasti punya dampak jangka panjang, yakni minat baca masyarakat semakin bagus dan meningkat," ujarnya.
Pengetahuan ini bisa diperkuat dengan program dari instansi lain secara jangka panjang. Konsep transformasi perpustakaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang lebih inklusif bisa menjadi pembuka jalan bagi instansi lain setalah kegiatan bedah buku. "Misalkan kalau bedah buku terkait pertanian, itu membuka potensi dan selanjutnya masyarakat membutuhkan pendampingan, Dinas Pertanian bisa masuk. Kalau saat ini bicara gizi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk atau Dinas Kesehatan bisa masuk," katanya.
Keberlanjutan program, menurut Hadi, bisa dicapai bila masyarakat telah terliterasi dengan baik. "Semua bisa didasari bahwa literasi harus lebih baik dulu," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.