17 Taman Budaya se-Indonesia Hadiri Temu Karya XXV di Jogja
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Suasana diskusi bertajuk “Mewujudkan Pertahanan, Keamanan Dan Kedaulatan Maritim Yang Berkesinambungan Berpijak Pada Filosofi Kepemimpinan Panglima Besar Soedirman” di sebuah hotel di Jogja pada Jumat (8/11/2024)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Sektor maritim Indonesia khususnya DIY disebut menyimpan potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Kekayaan hasil laut Indonesia beserta produk turunannya diharapkan bisa dimaksimalkan di masa pemerintahan Prabowo Gibran.
Hal ini dibahas dalam diskusi bertajuk “Mewujudkan Pertahanan, Keamanan Dan Kedaulatan Maritim Yang Berkesinambungan Berpijak Pada Filosofi Kepemimpinan Panglima Besar Soedirman” di sebuah hotel di Jogja pada Jumat (8/11/2024).
Ketua Yayasan Panglima Besar Sudirman Tisa Bugianggri Soedirman mengungkapkan bahwa tujuan utama diskusi ini adalah untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Kita tidak bisa lepas dari sejarah. Dengan mengingat sejarah, kita akan lebih menghargai perjuangan para pahlawan dan termotivasi untuk melanjutkan estafet perjuangan mereka,” ujarnya.
Tisa lebih lanjut menjelaskan bahwa diskusi ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi yang efektif dalam mengelola sumber daya alam dan manusia di sektor maritim.
“Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.
Wakil Ketua Umum Kadin Yugi Prayanto melihat potensi besar yang dimiliki sektor maritim Indonesia. “Laut kita sangat kaya, tapi pemanfaatannya belum optimal. Perlu belajar dari strategi Jenderal Soedirman yang mampu mempertahankan wilayah dengan sumber daya yang terbatas. Kita harus bisa menyinergikan sektor perikanan, budidaya laut, dan sektor maritim lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yugi.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memajukan sektor maritim. “Generasi muda harus memiliki semangat juang yang tinggi seperti Jenderal Soedirman. Mereka harus berani mengambil risiko dan terus berinovasi,” imbuhnya.
Sementara Staf Khusus Kasal Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun kekuatan maritim Indonesia.
“Jenderal Soedirman berhasil mempersatukan TNI dan rakyat. Tanpa dukungan rakyat, TNI tidak akan mampu meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, kita harus terus membina hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat,” ujar Hanarko.
Hanarko juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap sejarah perjuangan bangsa. “Dengan memahami sejarah, kita akan lebih menghargai jasa para pahlawan dan termotivasi untuk melanjutkan perjuangan mereka,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 Taman Budaya mengikuti Temu Karya XXV di Jogja untuk bertukar pengalaman dan praktik pengelolaan kebudayaan antardaerah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.