Sleman Ingatkan Risiko Zoonosis di Balik Kedekatan Manusia dan Anabul
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rombongan remaja asal Kabupaten Bantul yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Sabtu (16/11/2024) diperiksa aparat Polsek Tanjungsari.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna mengatakan ada 12 remaja yang dipanggil bersama orang tua mereka masing-masing untuk dimintai keterangan. Ke-12 remaja ini merupakan pihak yang sempat dibawa di Polsek Saptosari yang terdiri dari dua rombongan.
Menurut keterangan Polsek Saptosari, salah satu rombongan asal Bantul melakukan penganiayaan terhadap rombongan asal Gunungkidul. Satu remaja mengalami luka.
Adapun, ke-12 anak itu datang ke Polsek Tanjungsari sekitar pukul 09.00 WIB. Proses penggalian keterangan masih berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. “Mereka itu rombongan yang diamankan Polsek Saptosari kemarin. Kenapa kami panggil itu, karena kami minta keterangan, barangkali ada ada rombongan yang sempat lewat Tanjungsari dan masuk dalam salah satu rombongan itu,” kata Agus, Senin (18/11/2024).
BACA JUGA: Satu Orang Ditetapkan Tersangka Dugaan Penganiayaan di Jambusari Sleman
Sebelumnya, Polsek Saptosari mengamankan tujuh remaja yang sedang menuju kawasan pantai dari arah barat/ Bantul. Dalam perjalanan itu, mereka berpapasan dengan rombongan lain, lima remaja asal Gunungkidul.
Rombongan tujuh remaja asal Bantul diduga melempari batu rombongan Gunungkidul dan mengenai salah satu orang, sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman mengingatkan risiko zoonosis dari anabul dan mendorong vaksinasi rabies berkala meski DIY berstatus bebas rabies.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.