Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Penera UPT Metrologi Legal Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ardina sedang menjelaskan cara kerja bejana ukur untuk menera nozzle di Kantor UPT Metrologi Legal, Wonosari, Rabu (20/11/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Unit Pelaksana Tugas (UPT) Metrologi Legal Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul menera ulang 3.358 alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) per Oktober 2024.
Penera UPT Metrologi Legal Disdag Gunungkidul, Ardina mengatakan target UTTP yang harus mereka tera mencapai 4.000 unit. Dengan 3.358 UTTP yang telah ditera, maka capaian tera ulang menyentuh 83,95%.
Ardina menerangkan peneraan dilakukan dengan mendatangi pasar dan pemilik usaha. Meski begitu, apabila warga juga dapat melakukan tera ulang langsung di UPT. Adapun retribusi tera ulang saat ini telah digratiskan.
Menurut dia, UPT selalu mengupayakan untuk melakukan tera ulang terhadap semua UTTP yang ada di Bumi Handayani. Hanya, keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam menjangkau setiap UTTP. “Kami sesuaikan antara anggaran dengan target UTTP yang dapat kami capai,” kata Ardina ditemui di UPT Metrologi Legal, Wonosari, Rabu (20/11/2024).
Ardina menambahkan bahwa UTTP yang mengalami kerusakan perlu diperbaiki terlebih dahulu. Dalam memperbaiki UTTP, UPT bekerja sama dengan pihak ketiga. Setelah UTTP diperbaiki, UTTP baru dapat ditera.
Dia sempat menemui timbangan di mana salah satu bagiannya terdapat paku. Paku ini ternyata menjadi semacam kalibrator agar angka timbangan dalam keadaan netral tetap nol. “Kadang ada yang memberi paku di timbangan, tapi itu tujuannya untuk menge-nol-kan saja. Kalau bisa jangan ada tambahan begitu. Mending timbangan diperbaiki,” katanya.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga menjadi sasaran tera ulang. Ardina menjelaskan bahwa peneraan dilakukan terhadap nozzle. Dia menggunakan bejana ukur kapasitas 20 liter untuk menera nozzle.
BACA JUGA: Pastikan Akurat, Ratusan Timbangan di Pasar Tradisional Jogja Dilakukan Tera Ulang
Adapun jumlah SPBU di Kabupaten Gunungkidul ada 18 titik dan Pertashop ada 50 titik di mana beberapa titik telah tutup. “Kami ada monitoring juga. Kalau setahun belum melakukan tera ulang, ya kami ingatkan,” katanya.
Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menegaskan bahwa tera ulang bertujuan untuk melindungi konsumen. UTTP yang rusak akan merugikan konsumen dan penjual. “Seperti SPBU itu peneraan agar takaran yang diperoleh konsumen tepat. Kalau timbangan di pasar itu biar tidak ada selisih berat barang yang dijual,” kata Kelik.
Timbangan yang terbuat dari logam berpotensi mengalami korosi. Korosi akan memengaruhi keakuratan timbangan. Sebab itu, tegas Kelik tera ulang menjadi sangat penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Kejagung menetapkan 3 tersangka baru korupsi pengadaan motor MBG dengan nilai anggaran Rp1,2 triliun.
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
Eks Ketua MK Anwar Usman tiba di Istana jelang pelantikan Wantimpres. Ia mengaku belum tahu apakah akan dilantik sebagai anggota.
Response time Damkar Sleman menuju kebakaran Transhome tercatat 14 menit. Namun, capaian waktu tanggap secara keseluruhan baru 52,27 persen.
Pratikno menghadiri pelantikan Wantimpres di Istana. Soal posisi ketua, ia mengaku belum menerima salinan Keppres.