Wakil Ketua DPRD DIY Soroti Literasi di Tengah Banjir Informasi
Bedah buku Pariwisata Kontemporer Indonesia di Jogja membahas perkembangan pariwisata, literasi digital, inovasi, dan tantangan industri di era teknologi.
Suasana HKN Fun Run 5K yang digelar oleh Dinkes DIY dalam memperingati HKN 2024, Jumat (22/11/2024)./Yosef Leon
JOGJA—Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang jatuh pada 12 November, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menggelar serangkaian kegiatan menarik. Salah satu yang paling menonjol adalah HKN Fun Run 5K yang dilaksanakan pada Jumat (22/11/2024).
Kegiatan lari santai ini tidak hanya sebagai bentuk olahraga, tetapi juga memiliki misi yang lebih besar, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah stunting.
Stunting atau tengkes, sebagai masalah gizi kronis pada anak balita, menjadi perhatian serius pemerintah dan berbagai pihak.
Dengan mengusung tema Gerak Bersama, Sehat Bersama, Dinkes DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ASN, pegawai Dinkes DIY, UPT, OPD Pemda DIY, mitra kesehatan, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengungkapkan bahwa HKN Fun Run 5K merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang sehat dan produktif. “Meskipun rutenya hanya 5 kilometer, tapi kegiatan ini memiliki makna yang sangat besar. Ini merupakan rangkaian kegiatan HKN 2024 yang bertujuan untuk mencegah stunting dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Pembajun.
BACA JUGA: Gelar HKN Fun Run 5K, Dinkes DIY Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Cegah Stunting
HKN Fun Run 5K dimulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB dengan titik start dan finis di halaman Dinkes DIY, Jalan Gondosuli No. 6, Jogja.
Peserta akan diajak berlari menyusuri rute menarik di pusat kota Jogja, melewati jalan-jalan utama seperti Jalan Kompol Bambang Suprapto, Jalan Argolobang, Jalan Dr. Sutomo, dan beberapa jalan lainnya.
Selain kegiatan lari, panitia juga menyediakan berbagai booth menarik yang menyajikan informasi mengenai kesehatan, termasuk penyebab stunting, produk UMKM, hingga jamu tradisional. Terdapat pula berbagai hadiah dan doorprize yang akan dibagikan kepada peserta yang beruntung.
Pembajun menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dengan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting dan mewujudkan generasi muda yang sehat dan cerdas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para orang tua, tentang pentingnya memberikan asupan gizi yang baik kepada anak sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Pariwisata Kontemporer Indonesia di Jogja membahas perkembangan pariwisata, literasi digital, inovasi, dan tantangan industri di era teknologi.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.